Hari Bumi 2026: Pertamina EP Sangatta Tanam 333 Pohon Penyerap Karbon, Libatkan Multi Pihak
JAKARTA Menyambut peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh setiap 22 April, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar aksi penanaman po
NASIONAL
PAPUA -Kengerian kembali menyelimuti tanah Papua, kali ini dengan peristiwa biadab yang mengejutkan. Organisasi Papua Merdeka (OPM) dituduh melakukan aksi penembakan terhadap warga sipil tak bersenjata, dengan korban nyawa yang tak terhindarkan.
Peristiwa tragis ini terjadi di sekitar Sekolah YPPGI Kepas Kopo, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Seorang warga sipil bernama Rusli menjadi korban penuh dari kebrutalan OPM, ketika ia ditembak dan kemudian dibakar bersama kendaraannya. Letkol Arh Yogi Nugroho, perwira penerangan Koops Habema, mengonfirmasi bahwa aksi keji ini diduga dilakukan oleh Kelompok Undius Kogoya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Puncak.
Rusli, seorang pendatang berusia 40 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban tak berdosa dalam kekerasan yang tak beralasan ini. Ia langsung meninggal dunia di tempat akibat luka-luka yang ditimbulkan oleh penembakan dan pembakaran kendaraan yang dilakukan oleh OPM.
Meskipun dihadapkan dengan gangguan tembakan senjata dari OPM, aparat keamanan gabungan segera merespons dengan sigap dan terencana, bergerak cepat untuk mengevakuasi jenazah korban. Mereka harus menghadapi tantangan berat, termasuk jalan terputus dan serangan tembakan dari pihak OPM. Namun, dengan kesigapan dan keberanian, jenazah Rusli berhasil dievakuasi ke RSUD Madi.
Fotografi yang diterima menunjukkan aksi taktis aparat keamanan gabungan yang bersiap siaga di antara kendaraan taktis TNI dan Polri. Sementara itu, sebuah mobil terbakar di jalan yang terputus menjadi saksi bisu dari kebrutalan yang terjadi.
Peristiwa penembakan biadab ini menyebabkan kecaman keras dari berbagai pihak, dengan menuding OPM telah melanggar hukum dan hak asasi manusia. Namun, dalam kegelapan kekerasan, keberanian dan kesigapan aparat keamanan gabungan dalam menangani situasi yang sulit perlu diapresiasi.
Kekerasan ini harus menjadi alarm bagi semua pihak, bahwa perdamaian dan keamanan di Papua masih jauh dari terwujud. Diperlukan langkah-langkah yang lebih konkret dan kolaboratif untuk mengakhiri spiral kekerasan yang merusak kehidupan dan merampas harapan warga Papua akan masa depan yang damai dan sejahtera.
(N/014)
JAKARTA Menyambut peringatan Hari Bumi 2026 yang jatuh setiap 22 April, PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field menggelar aksi penanaman po
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek jalur kereta di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). T
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya permintaan ekspor pupuk urea dari empat negara di tengah dinamika pasok
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya pengawasan dalam sejumlah proyek infrastruktur nasional. Ia menyebut, kur
EKONOMI
JAKARTA Aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berujung ricuh. Menanggapi hal itu, Part
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode. Usulan ini
POLITIK
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menyebut UndangUndang Perlindungan Pekerja Rumah
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyentil Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian terkait wacana pemekaran wilayah menjadi Provin
POLITIK
JAKARTA Peringatan Hari Kartini 2026 dimaknai berbeda oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop). Tak sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan keberadaan kapal perang Amerika Serikat (AS) di Selat Malaka bukanlah hal baru. Ia menye
POLITIK