Usai Mundur dari Kepala BGN, Rumah Nanik S Deyang Terlihat Dijaga Ketat Sejumlah Orang
JAKARTA Rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, tampak dijaga ketat setelah dirinya resmi mengundurkan diri dari
NASIONAL
MEDAN -Sebuah tragedi mengguncang PT Central Proteina Prima. Firman Indra Kesuma (41), warga Jalan Pasar IV, Gang Dame, Desa Marindal II, Dusun 6, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, dan Riski Wahyu Pratama diduga tewas akibat keracunan saat bekerja di pabrik tersebut. Kini, keluarga mereka menuntut pertanggungjawaban dari perusahaan tempat mereka bekerja, sementara pertanyaan mengenai keamanan dan kesejahteraan pekerja menjadi sorotan.
Tuntutan Keluarga: Pertanggungjawaban Perusahaan
Wito, abang dari salah satu korban, menegaskan tuntutan keluarga untuk perusahaan. Firman meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih membutuhkan nafkah. Kematian mendadak Firman dan Riski telah meninggalkan luka yang mendalam di keluarga mereka. Wito menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh atas kasus ini, agar keadilan dapat ditegakkan dan tanggungjawab perusahaan terungkap.
Pertanyaan Tak Terjawab: Alasan dan Tanggungjawab
Hingga saat ini, keluarga korban masih berjuang untuk mendapatkan penjelasan dari perusahaan tentang penyebab kematian tragis ini. Firman telah bekerja di pabrik selama 14 tahun, membuatnya menjadi kasus yang semakin membingungkan. Apa yang menyebabkan kematian mendadak ini? Mengapa perusahaan tidak memberikan penjelasan yang memadai kepada keluarga korban? Pertanyaan-pertanyaan ini menyoroti kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam keselamatan kerja di pabrik.
Kritik terhadap Sikap Perusahaan
Pihak kepolisian, yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, sempat dihadang ketika mencoba mengakses tempat kejadian perkara. Sikap perusahaan yang terkesan menutup-nutupi informasi menjadi sorotan, menimbulkan kecurigaan akan ada sesuatu yang disembunyikan. Pertanyaan pun muncul: Mengapa perusahaan tidak memberitahu polisi secara langsung? Apakah ada yang ingin disembunyikan?
Pemakaman Tanpa Klarifikasi: Penderitaan Keluarga Korban
Meski dua korban sudah dimakamkan, keluarga mereka tetap merasakan ketidakpastian dan kesedihan. Tanpa penjelasan yang memadai dari perusahaan, mereka merasa kehilangan dan ditinggalkan dalam kegelapan. Penolakan uang duka dari perusahaan menunjukkan bahwa keluarga lebih mengutamakan keadilan daripada kompensasi finansial.
Panggilan untuk Transparansi dan Keadilan
Kematian Firman dan Riski bukanlah sekadar tragedi pribadi, tetapi juga mencerminkan kekurangan dalam sistem perlindungan kerja. Keluarga korban, bersama dengan masyarakat, menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Penyelidikan menyeluruh dan pertanggungjawaban perusahaan menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa tragedi serupa tidak terulang di masa depan.
(N/014)
JAKARTA Rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, tampak dijaga ketat setelah dirinya resmi mengundurkan diri dari
NASIONAL
TANJUNGBALAI Polres Tanjungbalai menetapkan D alias A, suami seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tanj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perkeretaapian di Sumatera Utara genap berusia 140 tahun pada 25 Juli 2026. Momen ini menjadi penanda perjalanan panjang sejak jal
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah di seluruh
PENDIDIKAN
BANDUNG Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait program sayembara tangkap begal, maling, copet, jambret, hingga p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga ponsel dari tiga merek di bawah naungan Transsion Holdings, yakni Tecno, Infinix, dan Itel, terpantau masih stabil hingga
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menjelaskan alasan di balik keputusannya menjadi kuasa hu
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA PSMS Medan akan mengawali perjuangannya di Piala Presiden 2026 dengan menghadapi juara bertahan asal Thailand, Port FC. Laga pe
OLAHRAGA
SERDANG BEDAGAI Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas
PEMERINTAHAN
SERDANG BEDAGAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memberangkatkan 10 warga untuk menunaikan ibadah umroh serta menyal
PEMERINTAHAN