Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan WNI di Kumamoto dan Kyushu Aman
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
BITVONLINE.COM -Di tengah sorotan publik terhadap kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan di dunia pendidikan, dua kisah tragis memunculkan kecaman dan keprihatinan yang mendalam. Seorang murid SD dan seorang siswa SMP mengalami nasib yang menyakitkan akibat hukuman yang diberikan oleh guru mereka, menggugah hati banyak orang untuk menuntut keadilan.
Kasus pertama melibatkan seorang murid SD yang dipaksa berjemur di lapangan sekolah dengan suhu panas yang ekstrem. Hukuman yang seharusnya mendidik malah berujung pada penderitaan yang tak terbayangkan. Tubuhnya terpapar sinar matahari langsung saat suhu mencapai 39 derajat Celcius. Akibatnya, sang murid harus dilarikan ke rumah sakit, menyisakan luka yang mendalam bagi dirinya dan keluarganya.
Dalam kasus kedua, seorang siswa SMP mengalami kerusakan ginjal yang parah setelah dihukum oleh gurunya. Liu, begitu dia dikenal, dipaksa melakukan squat 200 kali dan melakukan latihan lari meskipun merasakan nyeri pada ototnya. Hukuman yang berlebihan itu mengakibatkan pingsannya di lapangan sekolah dan diagnosis yang mengejutkan: rhabdomyolysis dan kerusakan ginjal yang kritis.
Kedua kasus ini menyentuh hati banyak orang, termasuk ibu-ibu dan dokter yang menyaksikan penderitaan yang tidak perlu itu. Perasaan iba juga dirasakan oleh para pengacara yang menawarkan bantuan hukum kepada keluarga korban, menuntut keadilan dan pertanggungjawaban atas tindakan yang merugikan ini.
Kontroversi semakin memuncak ketika penyelidikan polisi menghasilkan kesimpulan yang kurang memuaskan. Tidak adanya keterbukaan dari pihak sekolah dalam menyampaikan fakta-fakta penting memperburuk keadaan. Para pengacara korban bersikeras untuk membawa kasus ini ke pengadilan, menegaskan bahwa tindakan hukuman yang tidak manusiawi tidak boleh diabaikan.
Kedua kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan untuk merefleksikan kembali praktek-praktek disiplin yang diterapkan. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik, bukan tempat yang memicu penderitaan dan trauma. Semua pihak, baik guru maupun pihak sekolah, harus bertanggung jawab atas keamanan dan kesejahteraan siswa-siswi mereka.
(N/014)
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang pada Selasa (28/7/2026). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tida
INTERNASIONAL
SURABAYA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingka
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap dalam pengurusan dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan ditanggung m
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk pertama kalinya menghadiri rapat Komite Stabilitas Sistem Keu
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut dirinya bakal merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesi
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi mencabut laporan polisi terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea terkait pernyataannya
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino kini telah memasuki kategori kuat. Kondisi ters
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Briptu MZ, anggota Polres Aceh Selatan yang d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan jaminan kesehatan bagi para mitra Gojek melalui k
PEMERINTAHAN