BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Tragedi Kehidupan Lansia: Kisah Duka Dua Generasi Terkubur di Dalam Rumah

BITVonline.com - Sabtu, 30 Maret 2024 05:46 WIB
Tragedi Kehidupan Lansia: Kisah Duka Dua Generasi Terkubur di Dalam Rumah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA SELATAN – Dua mayat ditemukan dalam keadaan membusuk di sebuah rumah di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Merupakan seorang ibu dan anak, M (82) dan P (61), keduanya terjebak dalam kesenduan tragis yang menyedihkan.

Menurut Kapolsek Cilandak, Kompol Wahid Key, keduanya hidup berdua di rumah itu. P, anak yang setia, telah merawat ibunya, M, yang sudah lama menderita stroke. “Dia tinggal berdua dengan ibunya, dan dia juga yang merawat ibunya. Sebetulnya dia juga butuh perawatan,” ujar Wahid.

P memiliki latar belakang yang rumit. Setelah berpisah dengan suami dan anak-anaknya, ia memutuskan untuk kembali tinggal dengan ibunya, meskipun juga menderita sakit diabetes akut. “Sudah lama dia berpisah dengan suaminya. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah lama. Itulah mengapa dia merawat ibunya,” jelas Wahid.

Keadaan yang semakin memburuk ketika kedua jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk di rumah mereka. “Iya, tubuhnya sudah rusak,” kata Wahid.

Kedua korban, seorang ibu dan anak, telah berjuang melawan penyakit dan kesendirian. Sang ibu, yang menderita stroke, bergantung sepenuhnya pada putrinya yang penuh kasih sayang. “Ibunya tidak bisa bergerak karena stroke. Dia bergantung pada anaknya,” tambahnya.

Diduga, anaknya meninggal terlebih dahulu, dan ibunya meninggal beberapa hari kemudian, setelah ditinggalkan sendirian. “Dugaan awalnya adalah ibunya baru meninggal sekitar satu atau dua hari yang lalu. Sedangkan anaknya sudah sekitar empat hari meninggal. Setelah anaknya meninggal, ibunya dibiarkan sendirian selama tiga hingga empat hari,” ucap Wahid.

Kisah tragis ini menjadi cerminan pahit akan kesendirian dan keterbatasan dalam perawatan lansia di tengah-tengah kehidupan modern yang serba cepat. Duka dan kesepian merajalela, memanggil kita semua untuk lebih memperhatikan dan peduli terhadap para lansia, yang telah menjalani hidup dengan penuh pengorbanan.

(AS)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru