BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Seorang Ibu Memohon Bantuan Pada Presiden Pulangkan Anaknya Korban TPPO

BITVonline.com - Rabu, 07 Februari 2024 10:47 WIB
Seorang Ibu Memohon Bantuan Pada Presiden Pulangkan Anaknya Korban TPPO
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG BARAT – Video viral dimedia sosial, seorang ibu memohon bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk memulangkan anaknya yang menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO). Dalam video, ibu tersebut dengan haru memohon agar Presiden dapat membantu membebaskan anaknya yang saat ini terjebak di Myanmar akibat dari penipuan lowongan pekerjaan yang mengarah pada praktik TPPO.

Ibu tersebut, yang kemudian diketahui berasal dari Kampung Bantar Gedang, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan kesedihannya karena sudah setahun lebih kehilangan kontak dengan anaknya. Ia memohon kepada Presiden untuk menyelamatkan anaknya dan membebaskannya dari situasi yang tidak aman di Myanmar.

Adik kandung dari korban, Yulia Rosiana, juga mengonfirmasi bahwa kakaknya memang sedang berada di Myanmar dan pihak keluarga berjuang untuk memulangkannya ke tanah air. Mereka telah berusaha melalui berbagai lembaga pemerintah, seperti BP2MI, Polda Jabar, Bareskrim, namun belum memperoleh hasil.

Kisah tragis ini bermula ketika Wildan Rohdiawan, korban TPPO, direncanakan untuk bekerja di Thailand namun ternyata bekerja di Myanmar tanpa sepengetahuan keluarga. Komunikasi yang tidak lancar membuat keluarga terkejut ketika mengetahui keberadaan Wildan di Myanmar dan kondisinya yang tidak baik-baik saja.

https://youtu.be/SnBZeq4lEu4

Pihak keluarga dan lembaga terkait telah melakukan berbagai langkah untuk memulangkan Wildan, namun upaya tersebut masih terkendala. Diharapkan dengan adanya dukungan dan perhatian dari masyarakat serta pemerintah, kasus ini dapat segera mendapatkan penyelesaian yang adil dan menyelamatkan korban dari situasi yang sulit.

(A/08)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru