Presiden Prabowo Subianto, saat memberikan pengarahan HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan pengarahan HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2026.
"Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo, menyoroti potensi celah penyimpangan yang muncul akibat aturan tersebut.
"Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan Pertamina. Ternyata iktikad baik pendiri bangsa akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan," ujarnya.
Meski begitu, Prabowo menyatakan optimistis dengan keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang disebutnya setara dengan sovereign wealth fund (SWF) internasional.
Ia menekankan bahwa lembaga ini mampu mengelola BUMN dan aset negara dengan standar profesional dan transparansi tinggi.
Menurut Prabowo, return on assets (RoA) Danantara meningkat lebih dari 300 persen sejak berdiri setahun terakhir. Namun, ia menilai angka sekitar 5 persen saat ini masih jauh dari target ideal.
"Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target minimal 10 persen," jelasnya.
Pernyataan Prabowo menekankan pentingnya konsolidasi manajemen, standar global, dan pengawasan yang ketat terhadap anak dan cucu perusahaanBUMN agar pengelolaan aset negara lebih efisien dan transparan.*
(in/dh)
Editor
: Nurul
Prabowo Subianto Pertanyakan Aturan yang Melarang Audit Anak Usaha BUMN