Bukan Karena Tembakan, Labfor Polda Sumut Ungkap Penyebab Pecahnya Kaca Rumah Dinas Wabup Deli Serdang
DELI SERDANG Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan pecahnya kaca jendela rumah dinas Wakil Bupati Deli Serd
PERISTIWA
JAKARTA – Pengamat hukum dan politik Pieter C Zulkifli menilai vonis ringan terhadap Harvey Moeis, koruptor tambang timah yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun, telah mencederai semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. Harvey dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara, meskipun kerugian yang ditimbulkan negara sangat besar. Pieter menilai hukuman ini tidak sebanding dengan nilai kerugian negara. Pieter mengungkapkan bahwa vonis ringan ini memunculkan pertanyaan di masyarakat terkait siapa aktor utama di balik kasus tersebut dan mengapa penerapan hukumnya begitu lemah.
Ia juga menyoroti bahwa hanya Harvey yang dibebani tanggung jawab, sementara masih ada 22 tersangka lainnya yang terlibat dalam kasus ini. Jaksa dan pengadilan dinilai mengabaikan penerapan hukum yang benar dalam mengungkap akar masalah. Selain itu, vonis ringan juga diterima oleh sejumlah pelaku lain dalam kasus ini, seperti Suparta (Direktur Utama PT Refined Bangka Tin) yang dihukum 8 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menginginkan 14 tahun. Vonis ringan juga diterima oleh Reza Andriansyah, Direktur Pengembangan Usaha perusahaan yang sama, dengan hukuman hanya 5 tahun penjara.
Fenomena ini mencerminkan lemahnya penerapan prinsip efek jera dalam penegakan hukum di Indonesia, dan menimbulkan spekulasi adanya kesepakatan tidak transparan antara jaksa, hakim, dan terdakwa. Pieter juga menekankan pentingnya reformasi sistem hukum di Indonesia, terutama dalam penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aset yang diperoleh dari tindak pidana korupsi harus disita dan digunakan untuk memulihkan kerugian negara. Sebagai perbandingan, Pieter menyebutkan sistem pemberantasan korupsi di Singapura yang berhasil menciptakan efek jera nyata meskipun hukuman penjaranya ringan, karena semua aset pelaku korupsi disita.
Pieter juga mengingatkan bahwa untuk memberantas korupsi secara efektif, Indonesia membutuhkan sistem hukum yang transparan dan tegas, yang tidak hanya fokus pada individu tertentu tetapi juga pada seluruh aktor utama dan sistem yang mendukung praktik korupsi. Harvey Moeis dijatuhi vonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar atau subsider 6 tahun penjara jika tidak melunasi.
Harvey terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, serta Pasal 3 dan Pasal 4 UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
(CHRISTIE)
DELI SERDANG Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan pecahnya kaca jendela rumah dinas Wakil Bupati Deli Serd
PERISTIWA
MEDAN Tim gabungan masih melanjutkan proses evakuasi korban ledakan yang terjadi di rumah nomor 3B, Komplek Grand Polonia, Kota Medan, S
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi banjir yang kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Ia meminta Peme
PERISTIWA
LANGKAT Kisah cinta pasangan muda di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang memilih menikah meski berbeda keyakinan, berujung pada pros
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap bahwa kliennya pernah mengajukan pinjaman bank senilai sekitar Rp10 miliar u
ENTERTAINMENT
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Poloni
PERISTIWA
MEDAN Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BetulBetul melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polda Sumatera Utara terhadap PT Pertamina Pat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Organisasi Transparansi dan Mencegah Aksi Korupsi (HOTMA) menggelar aksi damai di dep
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025
PEMERINTAHAN