Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
HUMBAHAS -Kematian tragis Victor Marulitua Simaremare (39), warga Dusun Huta Godang, Desa Pollung, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Victor tewas setelah ditembak aparat Malaysia pada 24 Januari 2025 dan mengembuskan napas terakhir pada 4 Februari 2025.
Namun, hingga kini, misteri kematiannya masih menggantung. Pihak keluarga belum mendapat penjelasan mengapa Victor harus meregang nyawa di tanah seberang.
Marojahan Simaremare, abang korban, mengungkapkan kepedihan yang tak terperi saat menerima kabar duka dari kepolisian Malaysia pada Selasa (4/2/2025). Namun, yang lebih menyakitkan, tak ada satu pun penjelasan tentang alasan di balik insiden penembakan tersebut.
"Aku dihubungi Polisi Malaysia, tapi mereka tak memberi tahu penyebab adik saya ditembak. Kami hanya diberi tahu bahwa dia telah meninggal," ujar Marojahan dengan suara bergetar, Senin (10/2/2025).
Kesedihan keluarga semakin bertambah lantaran jenazah Victor belum juga bisa dipulangkan ke kampung halaman. Harapan mereka kini bertumpu pada pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah tegas.
Jeritan Keluarga: Ungkap Fakta, Pulangkan Jenazah
Marojahan dan keluarga hanya ingin satu hal: kejelasan. Mereka meminta agar pemerintah Indonesia mendesak Malaysia mengungkap fakta sebenarnya dan menyeret pihak yang bertanggung jawab ke jalur hukum.
"Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa Victor ditembak? Apa kesalahannya? Kami ingin keadilan dan hukuman bagi pelaku," tegasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Sumatera Utara, Pantur Banjarnahor, memastikan pihaknya terus mengupayakan pemulangan jenazah Victor. Ia sudah menghubungi Dinas Ketenagakerjaan Sumut, yang kemudian berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
"Kita terus mengawal proses ini. Mudah-mudahan jenazah Victor segera bisa dipulangkan dan keluarga mendapat kepastian hukum," ujar Pantur.
Di tengah ketidakpastian ini, duka keluarga Simaremare semakin dalam. Air mata tak henti mengalir, doa terus dipanjatkan. Mereka hanya ingin Victor kembali ke tanah kelahirannya, bukan sebagai berita duka yang menggantung, melainkan sebagai kepulangan yang layak bagi seseorang yang nyawanya telah direnggut tanpa alasan yang jelas.
(Gok maruap Sitompul)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL