Trump Naikkan Tarif Global 10%, Bagaimana Dampaknya Bagi Indonesia?
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penetapan tarif global baru sebesar 10 beberapa jam setelah Mahkamah Agung
EKONOMI
BANDAR LAMPUNG -Kasus penusukan terhadap kondektur bus Damri oleh sopir mobil Fortuner di SPBU Nunyai, Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, pada Minggu (9/2/2025) lalu mengejutkan banyak pihak. Juriadi (55), sopir yang kini telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, mengungkapkan bahwa aksi emosional tersebut dipicu oleh sejumlah faktor pribadi yang membebaninya.
Menurut pengakuan Juriadi, yang merupakan warga Desa Negara Ratu, Kecamatan Pubian, Lampung, peristiwa itu terjadi saat dirinya mengisi bahan bakar di SPBU, di mana ia tiba-tiba bersitegang dengan Arief Rahman (28), kondektur bus Damri. "Saya tidak sengaja menyerobot antrean. Namun, ketika saya ditegur, emosi saya langsung meledak," kata Juriadi dalam wawancara setelah kejadian.
Ternyata, di balik kekesalan yang muncul, Juriadi tengah menghadapi situasi emosional yang berat. Istrinya baru saja meninggal dunia sepuluh hari sebelumnya, dan anaknya yang turut dalam perjalanan itu terus menangis di dalam mobil. "Saya sedang berduka. Anaknya menangis di mobil, dan pikiran saya juga terbebani dengan berbagai masalah," tambahnya.
Juriadi mengungkapkan bahwa dalam kondisi emosional yang sangat tertekan, ia merasa tidak dapat mengendalikan dirinya. "Saya sangat menyesal, semua ini tidak ada niat buruk. Saya hanya ingin pulang ke kampung halaman," ucapnya dengan penuh penyesalan.
Peristiwa ini bermula ketika Juriadi, yang mengendarai mobil Fortuner, tiba di SPBU dan mendapati bus Damri juga antre untuk mengisi bahan bakar. Ketika keduanya bersenggolan, terjadi cekcok antara keduanya, dan Arief menegur Juriadi untuk tetap berada di antrean. Teguran ini justru memicu emosi Juriadi, yang lalu menyerang Arief menggunakan senjata tajam. Akibat serangan tersebut, Arief mengalami luka tusuk di bagian dada kiri, sementara sopir bus Damri, Harjulin, juga terluka akibat pukulan Juriadi.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, menyampaikan bahwa setelah kejadian tersebut, Juriadi melarikan diri dan membuang pisau yang digunakannya di area jalan tol. "Kami tengah melakukan pencarian untuk menemukan senjata tajam yang dibuang oleh pelaku," ujarnya.
Meski begitu, Juriadi mengungkapkan penyesalannya atas perbuatannya. "Saya minta maaf kepada korban dan keluarganya. Semua ini tidak ada kesengajaan dan saya sangat menyesal," tutup Juriadi yang kini tengah menjalani proses hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukannya.
(tb/a)
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penetapan tarif global baru sebesar 10 beberapa jam setelah Mahkamah Agung
EKONOMI
ATAMBUA, NTT Kasus dugaan rudapaksa yang menyeret nama Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota alias Piche Kota, jebolan Indonesian Id
HUKUM DAN KRIMINAL
BALIGE Kapten Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kaldera Toba, TS (52), ditemukan meninggal dunia di dalam kapal yang bersandar di Pelabuha
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR, BALI Menjelang Bulan Suci Ramadhan, jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim) meningkatkan intensitas patroli melalui Kegiatan Ru
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan sumber biaya yang akan digunakan untuk pengiriman 8.000 pasukan TNI Indonesia ke Gaza,
POLITIK
MEDAN Polrestabes Medan mengungkap dugaan kasus perdagangan bayi di Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menunjuk Chandra Dalimunthe sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Markas Besar Polri menyampaikan permohonan maaf atas dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang anggota Brimob terhadap dua pela
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendesak penegakan hukum maksimal terhadap anggota Brimob yang diduga mengan
HUKUM DAN KRIMINAL
SUKABUMI Kematian NS, bocah 12 tahun asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, masih dalam penyelidikan. Dugaan
PERISTIWA