Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik, Sebut Bukan Karena Krisis Batu Bara
PURWOREJO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah dae
NASIONAL
MAKASSAR – Kasus peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, masih menjadi perbincangan hangat. Peredaran uang palsu yang melibatkan sindikat pencetakan ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, dan beberapa kali ditemukan oleh pedagang di Pasar Sentral Sungguminasa, Gowa. Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama di wilayah Gowa. Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini dimulai setelah adanya laporan kecurigaan dari masyarakat mengenai peredaran uang palsu di beberapa wilayah, seperti Lambengi, Bontoala, dan Pallangga, Kabupaten Gowa. Pada Rabu (18/12/2024), polisi berhasil mengungkap sindikat ini dan menyita uang palsu senilai Rp 446,7 juta.
Sindikat yang beroperasi di UIN Alauddin Makassar ini hanya mencetak pecahan uang Rp 100 ribu. Berdasarkan pengakuan pelaku, biaya produksi untuk mencetak uang palsu ini mencapai sekitar Rp 56 ribu per lembar. Mereka memilih pecahan Rp 100 ribu karena dianggap lebih menguntungkan dibandingkan pecahan uang lainnya. Menurut polisi, motif utama para pelaku adalah untuk memperoleh uang dalam jumlah besar secara instan. Selain itu, uang palsu tersebut juga digunakan untuk mendukung ambisi politik salah satu tersangka yang ingin mencalonkan diri sebagai calon bupati. Polisi telah menetapkan 17 tersangka terkait sindikat ini dan menyita barang bukti yang diperkirakan bernilai ratusan triliun rupiah.
Meskipun sempat beredar kabar bahwa uang palsu ini sulit dideteksi, terutama oleh mesin ATM, pihak Bank Indonesia (BI) membantah berita tersebut. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, menegaskan bahwa uang palsu yang diproduksi di UIN Alauddin Makassar sangat mudah dikenali dan tidak akan lolos dari deteksi mesin perbankan. Berdasarkan hasil penelitian Bank Indonesia, uang palsu yang diproduksi oleh sindikat di UIN Alauddin Makassar memiliki kualitas sangat rendah dan mudah diidentifikasi melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang). Uang palsu tersebut dicetak menggunakan teknik inkjet printer dan sablon biasa, dan tidak dilengkapi dengan unsur pengaman seperti benang pengaman, watermark, electrotype, serta gambar UV. Dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu dan melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran uang palsu di sekitar mereka.
(CHRISTIE)
PURWOREJO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah dae
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan ibadah Haji 1447 H/2026 M. Prabowo juga mengucap
NASIONAL
JAKARTA Ratusan mahasiswa dari Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul membubarkan diri dari depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, J
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, Refly Harun, mengungkap alasan kliennya mengenakan rompi tahanan s
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima aspirasi ratusan massa dari Lembaga Masyarakat Peduli Makan B
POLITIK
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi d
POLITIK
JAKARTA Perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan kebutuhan dasar masyarakat, k
POLITIK
JAKARTA Tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Keluhan warga terkait banjir yang kerap melanda Jalan Bunga Mawar, Kecamatan Medan Selayang, mendapat perhatian Pemerintah Kota Med
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menemui langsung massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Sen
NASIONAL