Sambut HUT TNI ke-81, Kodam I/BB Gelar Bazar dan Pasar Murah di 3 Kota Sumut
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL
JAKARTA – Kejadian pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) asal Malaysia kembali mencuat setelah seorang penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 mengadukan dugaan pemerasan oleh polisi. Korban, yang menyaksikan acara di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga dipalak oleh oknum polisi yang meminta uang sejumlah Rp 100 juta. Laporan ini diterima oleh Atase Polri Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Menurut Atase Polri KBRI Kuala Lumpur, pengaduan pertama kali datang dari orangtua korban yang menanyakan keberadaan anaknya setelah tidak pulang usai acara. “Yang saat itu ditahan oleh Polda Metro Jaya dan pengacara, serta diminta uang sejumlah berkisar Rp 100 juta,” ungkap admin layanan aduan Atase Polri KBRI Kuala Lumpur saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (28/12/2024).
Atase Polri segera menghubungi Polda Metro Jaya untuk mengonfirmasi informasi tersebut. “Kami coba terhubung dengan korban via telepon. Koordinasi membuahkan hasil, korban dilepaskan dan kembali ke Malaysia tanpa membayar,” jelasnya. Meskipun korban telah dilepaskan dan tidak membayar uang yang diminta, pihak KBRI Kuala Lumpur tidak bisa memberikan detail lebih lanjut mengenai waktu atau alasan penahanan korban. “Mohon maaf, informasi yang dapat kami berikan kepada eksternal hanya sebatas ini,” tambahnya. Laporan terkait pemerasan ini baru diterima satu kali oleh KBRI Kuala Lumpur. Dalam rangka menangani hal tersebut, Atase Polri juga mengumumkan melalui media sosial Instagram @atpol_kl bahwa korban dapat mengadukan kasus serupa melalui WhatsApp atau email yang telah disediakan.
Pemerasan ini sebelumnya melibatkan 18 anggota polisi dari berbagai tingkat kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus ini. Sebanyak 45 WNA asal Malaysia dilaporkan menjadi korban pemalakan di event DWP yang berlangsung pada 13-15 Desember 2024. Polisi telah mengumpulkan barang bukti senilai Rp 2,5 miliar dari hasil pemerasan tersebut. 18 anggota polisi yang terlibat kini menjalani penempatan khusus (patsus) dan akan menghadapi sidang kode etik minggu depan. Sejalan dengan itu, Polda Metro Jaya juga telah melakukan mutasi terhadap 34 anggota kepolisian yang terlibat dalam kasus pemerasan ini. Mereka dipindahkan ke Pelayanan Marksa (Yanma) Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
(Christie)
MEDAN Kodam I/Bukit Barisan (BB) menggelar bazar dan pasar murah secara serentak di sejumlah wilayah Indonesia dalam rangka menyambut Ha
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku bersama Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar razia gabungan dan tes urin
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Erni Ariyanti Sitorus, memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rien Wartia Trigina alias Erin Wartia, mantan istri artis Andre Taulany, mengadukan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke Mahkam
ENTERTAINMENT
MEDAN Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan jaringan internet di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tebing Tinggi kembali d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Danau Toba, Sumatera Utara, menghadapi ancaman musim kering yang dapat memengaruhi ketersediaan air dan elevasi danau. Untuk menga
PARIWISATA
MEDAN Febiona Purba (16), siswi yang sebelumnya dirujuk ke Jakarta setelah mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), kembali ber
PERISTIWA
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, akan mengalami pemadaman listrik sementara pada Selasa, 22 September 2026. Pemadam
PERISTIWA
BINJAI Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Selasa, 22 Septem
PERISTIWA
JAKARTA Bocoran terbaru mengenai iPhone 20 Pro mengungkap perkiraan spesifikasi layar dua model yang diprediksi diperkenalkan Apple pada
SAINS DAN TEKNOLOGI