BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

Cek Buku Satu-satu, Prabowo Kaget Lihat Tulisan Kecil dan Kertas Gampang Rusak

Administrator - Sabtu, 08 Agustus 2026 09:35 WIB
Cek Buku Satu-satu, Prabowo Kaget Lihat Tulisan Kecil dan Kertas Gampang Rusak
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku ajar tingkat SD hingga SMA sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku ajar tingkat SD hingga SMA sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan perhatian Presiden terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan langsung ke sejumlah sekolah, di mana Prabowo memeriksa satu per satu buku pelajaran yang digunakan peserta didik.

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik," kata Teddy kepada wartawan, Jumat (7/8/2026). Atas dasar temuan itu, Prabowo meminta seluruh buku ajar dari jenjang SD hingga SMA dievaluasi.

Menurut Teddy, Prabowo juga meminta agar kualitas buku ajar Indonesia dibandingkan dengan buku pelajaran dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi. "Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga," ujarnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan evaluasi ini tidak hanya menyasar isi buku, tetapi juga kualitas fisiknya. Presiden menginginkan buku pelajaran memiliki tampilan lebih menarik, ukuran huruf yang lebih besar dan mudah dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih awet agar dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama. "Penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu," kata Prasetyo.

Selain pembaruan buku ajar, Prasetyo menyebut Presiden turut memberi perhatian pada penguatan karakter, peningkatan pembelajaran sains dan teknologi, hingga kemampuan berbahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global. "Mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ujarnya.

Prasetyo menambahkan, perhatian Prabowo terhadap dunia pendidikan juga dipengaruhi kebiasaan membaca yang ditanamkan keluarganya sejak kecil. Pemerintah pun berencana kembali menggalakkan budaya membaca di lingkungan sekolah melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. "Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membuat rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi," pungkasnya.* (dw/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Cinta Tukang Parkir", Kisah Perjalanan Cinta Wakil Wali Kota Medan Resmi Diluncurkan di Festival Literasi Sumut 2026
Prabowo Hormati Mendiang Sheikh Hamad, Datangi Kedubes Qatar Sampaikan Belasungkawa
Kapolri dan Jaksa Agung Tampil Kompak di DPR, Kirim Sinyal Sinergi Penegakan Hukum
Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri, Arah Kebijakan Disusun hingga 2029
Bawa 10 Dokumen Tebal ke Istana, Tim Reformasi Polri Siapkan Perubahan Besar untuk Presiden
Airin Rico Waas Soroti Pentingnya Mendongeng untuk Tingkatkan Literasi dan Numerasi Anak Usia Dini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru