Prabowo: Perubahan Besar Indonesia Akan Dilawan Kelompok Koruptor
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah saat ini tengah menjalankan agenda transformasi besar untuk mewujudkan Indonesia
NASIONAL
TAPANULI SELATAN – Mencari keadilan di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), benar-benar sangat sulit. Setidaknya, ini dirasakan Hennita Wati Lubis (47). Pasalnya, sudah 10 bulan laporan perempuan warga Desa Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel ini, mengendap tidak jelas tindaklanjutnya.
Itu sebabnya, Hennita Wati Lubis merasa sangat tepat lagu Grop Band Sukatani berjudul "Bayar…Bayar…Bayar" itu di Polres Tapsel. Soalnya, karena dia tidak punya uang, sehingga laporannya di Polres Tapsel tidak berproses.
Sesuai informasi yang diperoleh BITVOnline, Hennita Wati Lubis telah melaporkan tindakan penganiayaan terhadap dirinya ke Polres Tapsel pada 4 Mei 2024. Atas laporan itu, Polres Tapsel menerbitkan Surat Laporan Polisi Nomor: LP/GAR/B/26/V/2024/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA. Namun, sampai saat ini, sudah 10 bulan, tidak jelas proses tindaklanjut penanganan laporan tersebut.
Penganiayaan tersebut terjadi Sabtu, 04 Mei 2024, sekitar pukul 07.00 Wib. Ketika itu, Hennita Wati Lubis mempertanyakan apa alasan Misnan Nasution membuat patok dari kayu di pekarangan/kebun milik Hennita Wati Lubis sendiri.
Menanggapi pertanyaan itu, Misnan Nasution mengaku pembuatan patok itu atas suruhan Aliman Hutabarat. Pertanyaan tersebut kemudian berujung pertengkaran mulut antara Hennita Wati Lubis dengan Misnan Nasution dan Aliman Hutabarat. Bahkan, Misnan Nasution sampai menarik baju Hennita Wati Lubis hingga robek.
Tidak hanya itu, Aliman Hutabarat juga ikut menarik baju Hennita sehingga bajunya semakin robek yang mengakibatkan dada perempuan itu terlihat. Hennita Wati Lubis sendiri, ketika itu tidak mengenakan pakaian dalam. Misnan Nasution juga menarik jilbab yang dikenakan Hennita, sehingga rambutnya ikut tertarik.

Atas peristiwa itu, pada hari itu juga Hennita Wati Lubis langsung membuat laporan pengaduan ke Polres Tapsel. Sayangnya, sampai saat ini, laporan pengaduan tersebut belum juga ditindaklanjuti.
Akibat tidak adanya proses tindaklanjut di Polres Tapsel, Hennita Wati Lubis dan keluarga, akhirnya menyampaikan kasus ini kepada Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Tapsel Andry Iskandar Siregar, Senin 10/2/2025.
Andry Iskandar meminta Polres Tapsel segera menindaklanjuti kasus tersebut. "Karena sampai Senin, 3/3/2025, berkasnya belum P21. Sementara barang bukti berupa baju korban yang sobek, foto kondisi korban ketika peristiwa tersebut terjadi dan hasil visum, telah diberikan kepada Polres Tapsel. Para saksi juga sudah diperiksa. Namun kasus ini belum juga P21," jelasnya.
Andry Iskandar mengaku sudah mengkonfirmasi langsung kepada Kanit yang menangani kasus ini pada Selasa 11/02/2025. Dan Andry Iskandar Siregar meminta kepada Polres Tapsel segera memberi kepastian hukum atas kasus ini.
Keluarga korban mendesak, agar laporan Hennita segera diproses Polres Tapsel. Sonia Lestari Harahap, anak dari korban mengaku tidak menerima ibunya dikeroyok kedua pelaku, Karena itu, ia sangat berharap Polres Tapsel segera menindaklanjuti kasus ini.*
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah saat ini tengah menjalankan agenda transformasi besar untuk mewujudkan Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung upacara pemakaman militer almarhum Ryamizard Ryacudu di Taman
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan nilainilai Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan
NASIONAL
JAKARTA Pengusutan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikb
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah menerapkan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui satu pintu. La
NASIONAL
MEDAN Timnas Indonesia U19 menyatakan kesiapan penuh menghadapi laga perdana Grup A Piala AFF U19 2026 melawan Myanmar. Pelatih Nova A
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), tidak menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mulai mereda dalam dua hingga tiga bu
EKONOMI
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan pentingnya penerapan Pasal 33 UndangUndang Dasar 1945 secar
HUKUM DAN KRIMINAL
KOTAPINANG Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang ber
PEMERINTAHAN