Bupati Labusel Terima Jajaran PKH, Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
MAKASSAR –Polres Gowa, Sulawesi Selatan, memeriksa seorang pengusaha berinisial ASS terkait dengan kasus pembuatan uang palsu yang melibatkan sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) hingga pegawai bank BUMN. ASS diduga berperan sebagai pemodal dan otak dalam sindikat uang palsu yang beroperasi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Trauli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa ASS telah menjalani pemeriksaan sejak Kamis (26/12) malam hingga Jumat (27/12) subuh. “ASS sudah datang dan diperiksa sejak tadi malam sampai jam 4 subuh tadi,” kata Reonald kepada wartawan di kantornya.
Meski sudah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, Reonald menegaskan bahwa penyidik masih mendalami kasus ini. “Saat ini (ASS) masih kita periksa sebagai saksi. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya, apakah ada peningkatan status atau bagaimana hasil dari gelar perkara,” tambahnya.
Dalam sindikat ini, ASS diduga berperan penting sebagai pemodal yang menyuplai dana untuk pembuatan uang palsu. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, ASS juga disebut memperkenalkan Syahruna, pelaku utama pembuat uang palsu, kepada Ibrahim, Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, yang diduga terlibat dalam peredaran uang palsu tersebut.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, mengungkapkan bahwa ASS juga menyediakan uang untuk membeli bahan baku pembuatan uang palsu, yang dibayar melalui perantara bernama John Biliater Panjaitan. “Pembelian bahan baku pembuatan uang palsu dibayar atau dikirim oleh ASS melalui perantara pelaku John Biliater Panjaitan,” ujar Yudhiawan.
Kasus ini terungkap setelah polisi menetapkan 17 orang tersangka, dengan 98 item barang bukti yang telah disita. Sindikat ini melibatkan beberapa pihak, termasuk ASN, pegawai bank BUMN, dan mahasiswa yang terlibat dalam peredaran uang palsu.
Polres Gowa terus melakukan pendalaman terhadap peran para pelaku dalam jaringan uang palsu ini dan kemungkinan ada tersangka lainnya yang akan diperiksa. Proses hukum terhadap ASS dan para tersangka lainnya akan dilanjutkan sesuai dengan hasil penyelidikan lebih lanjut.
(N/014)
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA
MEDAN Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil
EKONOMI