Kemnaker Integrasikan Data BPJS dan K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Masuk Era Baru
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
JAKARTA -Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, menyoroti banyaknya penyalahgunaan kewenangan oleh anggota Kepolisian yang semakin mencoreng reputasi institusi tersebut.
Dalam diskusi Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) yang digelar di Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Maret 2025, Usman menyatakan bahwa praktik tersebut telah menjadi pola yang harus segera mendapat perhatian serius dalam proses reformasi kepolisian.
Usman menekankan bahwa penyalahgunaan kewenangan ini harus segera direspons dengan langkah konkret, baik dari Kapolri maupun Presiden.
"Kalau dibandingkan antara Kapolri sama Presiden, mana kepalanya? Menurut saya kalau ikannya (busuk) sampai eksekutif, ya Presiden harus diganti. Tapi kalau yang dimaksud ikannya adalah kepolisian, ya Kapolri harus diganti," ujar Usman.
Pada kesempatan tersebut, Usman juga mengungkapkan bahwa Amnesty Internasional telah menyampaikan laporan terkait represi terhadap masyarakat, terutama gerakan mahasiswa, pada bulan Desember lalu.
Beberapa insiden yang menjadi sorotan, seperti aksi berlebihan yang terjadi di 14 kota antara 22 hingga 29 Agustus 2024, menurut Usman, bukanlah tindakan perorangan, melainkan pola yang hampir umum terjadi dalam kepolisian.
Pola ini, lanjutnya, harus dipertanggungjawabkan oleh Kapolri sebagai kepala institusi.
"Tanggung jawabnya ada pada institusi. Dalam hal ini tentu institusi adalah entitas yang abstrak. Harus dikonkretkan siapa? Kapolri," tambah Usman.
Amnesty Internasional juga mendesak adanya hak angket atau penyelidikan dari DPR terhadap Kapolri, meskipun hingga saat ini, DPR belum mengambil tindakan lebih lanjut.
"DPR-nya dalam pandangan Amnesty Internasional kurang optimal dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan. Akibatnya, tidak ada koreksi yang signifikan," ujar Usman.
Selain itu, sejumlah insiden seperti penembakan siswa SMK di Semarang serta kejadian serupa di Lampung dan Bengkulu menunjukkan adanya kecenderungan polisi untuk membela tindakan kekerasan, bahkan menciptakan cerita palsu terkait bentrokan yang tidak terjadi.
Menurut Usman, hal ini menandakan adanya pola berulang dalam kepolisian yang harus segera dihentikan.
"Sistematis itu bukan hanya karena adanya perintah, tapi jika praktik tersebut berulang dan tidak dikoreksi, itu disebut pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis," jelas Usman.
Amnesty Internasional berharap agar DPR melakukan langkah korektif yang lebih optimal terhadap Presiden dan Kapolri, serta meningkatkan pengawasan untuk memastikan akuntabilitas dalam institusi kepolisian.
Usman Hamid menekankan pentingnya kontrol berlapis dari eksekutif dan legislatif untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan yang lebih jauh lagi.
"Legislatifnya ini menurut saya mengalami disfungsi. Jadi ini yang kita harapkan," tutupnya.
(di/a)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MANADO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor pen
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaika
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor sebe
EKONOMI
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan infrastru
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap rapat koordinasi Komite Sta
EKONOMI
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Fitra Ramadhan Panjaitan, divonis tiga tahun penjara dalam perkara koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi, menegaskan perubahan mekanis
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, mendesak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut peny
HUKUM DAN KRIMINAL