Harga Emas Antam Turun Rp20 Ribu, 1 Gram Kini Jadi Rp2,635 Juta
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026). Ha
EKONOMI
SUMUT -Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah Tanjungbalai – Asahan dengan menangkap tiga pelaku.
Mereka adalah AY, AS alias Lombek, dan Rahmadi, yang kini diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Menurut Plt. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem, S.I.K., M.H., penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim di lapangan.
Penangkapan ini bermula dari informasi terkait peredaran narkoba di Jalan Jampalan, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.
Petugas yang melakukan penyamaran berhasil melakukan transaksi dengan tersangka AY pada Senin (3/3/2025) sekitar pukul 20.30 WIB.
Dalam transaksi tersebut, petugas berhasil mengamankan AY beserta barang bukti berupa sabu seberat 60 gram yang dikemas dalam amplop putih.
Dari interogasi terhadap AY, petugas mendapat informasi bahwa sabu tersebut diperoleh dari AS alias Lombek.
Tim kemudian menangkap Lombek di Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, sekitar pukul 20.35 WIB.
Dalam penangkapan ini, petugas juga menemukan handphone yang digunakan Lombek untuk berkomunikasi dengan Amri alias Nunung, yang kini menjadi buronan.
Lombek mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang bernama Bang Fren atas suruhan Amri alias Nunung.
Berdasarkan pengakuannya, Lombek menyebutkan bahwa dia akan bertemu dengan seorang bernama R di Jalan Arteri, Kelurahan Sei Rantu, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.
Petugas kemudian mengembangkan kasus ini dan pada sekitar pukul 22.00 WIB, menemukan R yang berada di sebuah toko pakaian di Jalan Besar Teluk Nibung, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.
Namun, saat penangkapan berlangsung, Rahmadi melakukan perlawanan sengit dan memprovokasi warga untuk menghalangi petugas.
Akibatnya, situasi menjadi tidak kondusif dan petugas terpaksa mengevakuasi Rahmadi beserta mobil miliknya.
Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu bungkus sabu seberat 10 gram yang disembunyikan di kotak bangku kedua mobil milik Rahmadi.
Dari hasil interogasi Rahmadi, terungkap bahwa sabu yang ditemukan didapatkan dari Amri alias Nunung, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Ketiga pelaku bersama barang bukti kini telah diamankan di kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.
Polda Sumut akan terus mengejar Amri alias Nunung dan berkomitmen untuk mengusut tuntas jaringan narkoba ini.
(tb/a)
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026). Ha
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional pada Senin (13/7/2026) bergerak dengan pola yang beragam. Beberapa komoditas se
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dol
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa dan menerima hasil demokrasi den
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin berbasis tanaman dalam k
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Pemerintah terus mendorong perluasan peran koperasi agar tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam dan perdagangan, tetapi ju
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit dan menjadi negara yang s
NASIONAL
JAKARTA Persaingan ponsel pintar di kelas harga Rp1 jutaan semakin ketat pada 2026. Jika sebelumnya pengguna harus berkompromi dengan sp
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan baru terkait penyaluran barang bersubsidi. Pemerintah mewajibkan seluruh barang s
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pihakpihak yang melakukan praktik korupsi di lingkungan badan usa
NASIONAL