BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Puluhan Warga Medan Jadi Korban Penipuan Investasi Mebel, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 4 Miliar

- Sabtu, 15 Maret 2025 21:13 WIB
Puluhan Warga Medan Jadi Korban Penipuan Investasi Mebel, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 4 Miliar
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Puluhan warga yang tinggal di Jalan Arif Rahman Hakim, Gang Langgar, Kota Medan, diduga menjadi korban penipuan investasi dengan modus jual beli perabot mebel jati Jepara.

Terduga pelaku dalam kasus ini adalah Widya Erliza, seorang warga setempat, yang menjanjikan keuntungan menggiurkan kepada para korban dengan investasi di bidang perabot mebel.

Sekitar 50 warga dilaporkan mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 2 hingga Rp 4 miliar.

Salah satu korban, Radiah Farina (41), melaporkan Widya Erliza ke Polrestabes Medan pada 12 Maret 2025 dengan bukti laporan LP/B/833/2025/Polrestabes Medan.

Radiah mengungkapkan bahwa ia mengalami kerugian sebesar Rp 140 juta akibat tertipu modus investasi mebel yang ditawarkan oleh Erliza.

Radiah menceritakan bahwa awal mula penipuan tersebut terjadi pada November 2024, saat Erliza menawarkan investasi dengan janji keuntungan yang besar.

Erliza menjanjikan keuntungan yang bervariasi kepada para korban. Misalnya, jika korban menanamkan modal sebesar Rp 4 juta, maka dalam waktu sebulan uang tersebut akan dikembalikan sebesar Rp 4,4 juta, dengan keuntungan Rp 400 ribu.

Terbuai dengan janji keuntungan tersebut, Radiah pun menginvestasikan uangnya secara bertahap.

Namun, setelah mendapatkan pembayaran pertama berupa bunga atau keuntungan, Erliza kembali menawarkan investasi yang lebih tinggi dengan alasan ada calon pembeli perabot yang membutuhkan investor.

Karena sudah merasa percaya, Radiah akhirnya mengirimkan uang sebesar Rp 140 juta.

Namun, saat para korban mulai menagih uang mereka, Erliza memberikan berbagai alasan dan akhirnya melarikan diri.

Radiah mengatakan, "Saya sempat menagih karena mau penarikan, tanggal 28 Februari. Saya tagih dia, dan bilang paling lama tanggal 1 Maret.

Rupanya saat kami datang ke rumahnya, dia sudah nggak ada dan sudah melarikan diri, tapi suaminya itu ada."

Korban lainnya, Nadya Putri (28), juga mengalami kerugian serupa yang diperkirakan hampir Rp 500 juta.

Nadya mengungkapkan bahwa kerugian tersebut bukan hanya berasal dari uangnya sendiri, tetapi juga uang teman-teman dan orang tuanya yang diajak berinvestasi.

"Saya kerugian hampir Rp 500 juta. Ini bukan uang saya saja, tapi teman saya, ibu saya, dan teman ibu saya," kata Nadya.

Para korban berharap pihak berwajib segera menangkap Widya Erliza dan mengusut tuntas kasus penipuan ini. Saat mencoba menghubungi suami Erliza, Agus Ramean Pane, ia mengaku tidak mengetahui keberadaan istrinya dan membantah terlibat. Namun, sejumlah uang yang ditransfer oleh korban tercatat masuk ke rekening Agus.

(tb/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru