Sejauh ini, belum terkonfirmasi kepastian kebenaran Komisoner KPAD itu sebagai kuasa hukum terduga pelaku atau tidak.
BUPATI BATUBARA DIMINTA EVALUASI KPAD
Merespon polemik ini, masyarakat dan berbagai aktivis perlindungan anak meminta Bupati Batubara, H Baharuddin Siagian, untuk segera melakukan evaluasi terhadap KPAD Batubara.
Mereka mendesak agar oknum yang terlibat dalam kasus ini segera dicopot dari jabatannya jika terbukti melakukan pelanggaran.
"Kami meminta bupati untuk bertindak tegas dan melakukan investigasi terhadap keberadaan KPAD Batubara. Jika benar ada anggota KPAD yang menjadi kuasa hukum pelaku kekerasan seksual terhadap anak, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap tugas dan amanah yang diberikan," ujar salah satu aktivis Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gebrak).
Kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah keadilan benar-benar ditegakkan, atau justru ada kepentingan tertentu yang berusaha menutupinya? Publik menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menangani kasus ini.*