Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
BANJARBARU -Kasus tragis yang melibatkan wartawati Juwita kini semakin terang setelah kuasa hukum korban, Muhamad Pazri, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan seksual (rudapaksa) oleh pelaku pembunuhan, Kelasi Satu J alias Jumran, yang merupakan oknum TNI AL.
Menurut Pazri, pelaku merudapaksa korban sebanyak dua kali sebelum akhirnya mengakhiri nyawa calon istrinya tersebut.
Dugaan kekerasan seksual pertama terjadi antara 25 hingga 30 Desember 2024.
Pada waktu itu, Jumran meminta Juwita untuk memesan kamar hotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, di mana korban diduga dipaksa untuk melayani pelaku secara paksa.
"Pelaku memiting korban di kamar hotel sebelum merudapaksa," ungkap Pazri.
Kemudian, dugaan kekerasan seksual kedua terjadi pada 22 Maret 2025, saat korban ditemukan tewas.
Sebelumnya, Juwita sempat menceritakan kejadian tersebut kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025, dan menunjukkan bukti video yang merekam pelaku setelah melakukan aksinya.
Pazri menyebut bahwa korban merekam pelaku dalam keadaan mengenakan celana dan baju setelah melakukan kekerasan seksual terhadapnya.
Video pendek berdurasi sekitar 5 detik ini menjadi bukti kuat yang mendukung dugaan kekerasan seksual tersebut.
Pembunuhan dan Penetapan Tersangka Terkait dengan pembunuhan, Juwita ditemukan tewas di tepi jalan kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Korban sempat dikira tewas akibat kecelakaan, namun kejanggalan ditemukan oleh rekan sesama jurnalis.
Baju korban tidak sobek, dan motor yang dikendarai tidak mengalami kerusakan berarti.
Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan luka di leher korban dan lebam di bagian belakang leher, yang mengarah pada dugaan bahwa korban dibunuh.
Dalam perkembangan terbaru, Kelasi Satu J alias Jumran telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini.
Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan motor dan mobil sewaan yang digunakan pelaku.
Namun, motif pembunuhan ini masih dalam penyelidikan. "Motif pembunuhan ini masih didalami," ujar Pazri.
Kasus ini masih terus berkembang, dan pihak kepolisian akan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap lebih lanjut peran pelaku dalam peristiwa tragis ini.
(tb/a)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA