Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Saya mengapresiasi keberanian para ibu-ibu yang telah bersuara. Ini langkah penting agar tak ada korban berikutnya," ucap Tri Adhianto.
Ia menekankan pentingnya media sosial sebagai ruang pengaduan masyarakat, serta menyebut tindakan ini sebagai contoh nyata penggunaan medsos untuk membuka kebenaran.
"Kalau tidak ada laporan, bisa saja korbannya makin banyak. Terima kasih atas keberanian para korban," tambah Tri.
Sudah Beroperasi 14 Tahun
Ketua RT setempat, Gunam, menyebutkan praktik pengobatan alternatif milik M sudah beroperasi sejak tahun 2011.
Pelaku dikenal menawarkan pengobatan berbasis air doa, termasuk pengajian rutin setiap malam Jumat.
"Kegiatan pengajian berlangsung dari tengah malam sampai subuh, jadi tidak ada yang mencurigai," ujarnya.
Namun, sejak adanya laporan korban dan penyegelan oleh Pemkot, tempat tersebut kini kosong dan tidak diketahui keberadaan pelaku.
Pihak kepolisian diminta segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses hukum M sesuai ketentuan yang berlaku.*
(tb/a008)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.