Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
TANGSEL - Polisi mengamankan 17 orang yang terlibat dalam pendudukan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), yang dilakukan oleh ormas GRIB Jaya.
Mereka kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan aset dan pungutan liar.
Kombes Wira Satya Triputra, Dirkrimum Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers pada Senin (26/5), menjelaskan bahwa penangkapan terhadap 17 orang ini dilakukan pada Sabtu (24/5). Sebanyak 11 di antaranya adalah anggota ormas GRIB Jaya, sementara 6 lainnya mengaku sebagai ahli waris lahan yang diduduki.
"Kami telah mengamankan 17 orang yang terlibat dalam kasus ini. Proses hukum terhadap penguasaan dan penggelapan aset sudah kami lakukan. Mereka sudah menjadi tersangka," ujar Wira.
Selain itu, polisi menemukan indikasi terjadinya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh anggota ormas GRIB Jaya terhadap pedagang kaki lima dan penjual hewan kurban yang berjualan di atas lahan BMKG. Para pedagang dilaporkan harus membayar sejumlah uang agar bisa berjualan di lahan tersebut.
"Kami mendalami kasus pungli ini lebih lanjut. Beberapa pedagang mengaku harus menyetorkan uang kepada pengurus ormas GRIB Jaya untuk berjualan di lahan tersebut," kata Wira.
Sebagai bagian dari upaya pemberantasan premanisme, polisi juga menangkap Ketua GRIB Jaya Tangsel yang kedapatan positif menggunakan narkoba. Kasus dugaan penguasaan lahan BMKG dan penggunaan narkoba kini sedang diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
"Ketua ormas GRIB Jaya yang positif narkoba akan kami dalami lebih lanjut. Tidak hanya kasus narkoba, tetapi juga keterlibatannya dalam pendudukan lahan ini," kata Wira.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan bahwa dalam operasi preman yang dinamakan Operasi Berantas Jaya, sebanyak 426 petugas dikerahkan untuk melakukan penindakan di lokasi tersebut. Dalam operasi ini, polisi menemukan barang bukti berupa bendera ormas GRIB Jaya, senjata tajam, karcis parkir dari posko ormas, serta bukti transfer dari pedagang ke oknum pengurus ormas.
"Para pedagang, seperti pengusaha pecel lele dan pedagang hewan kurban, dilaporkan telah dipungut biaya, seperti Rp 3,5 juta per bulan dan Rp 22 juta untuk pedagang hewan kurban," ungkap Ade Ary.
Penindakan terhadap ormas GRIB Jaya diharapkan dapat mengembalikan kendali lahan BMKG dan mendukung kelancaran pembangunan gedung arsip yang sempat terhenti akibat pendudukan tersebut.*
(dc/j006)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN