Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Markas organisasi kemasyarakatan AMPI di Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, diubah menjadi pabrik ekstasi rumahan. Polisi berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap tiga tersangka, yakni SS, FA, dan M. SS yang merupakan Ketua Sub Rayon AMPI tewas usai melompat ke sungai saat proses penggerebekan.
Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa ketiga tersangka memiliki peran berbeda dalam pembuatan ekstasi tersebut.
"Tersangka M bertugas mencari cairan sabu-sabu sisa pakai yang menjadi bahan baku pembuatan ekstasi. Tersangka FA membantu mencampurkan bahan, memberikan pewarna, dan mencetak ekstasi. Sedangkan SS sebagai koordinator sekaligus pengadaan alat dan bahan," ujar Calvijn, Senin (28/7).
Pabrik rumahan itu memproduksi sekitar 94 butir ekstasi dengan keuntungan sekitar Rp 90 ribu per butir. Pelaku FA dan M mendapatkan upah Rp 3 ribu per butir. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka baru dan jaringan lainnya.
Meski keluarga pelaku M membantah keterlibatan keduanya dan menyatakan mereka hanya mengurus parkir, polisi memastikan keterlibatan pelaku telah terfaktakan melalui rekonstruksi yang dilakukan.
Kasus ini menjadi perhatian karena markas ormas yang seharusnya sebagai tempat organisasi malah dijadikan sarang produksi narkoba, mengancam keamanan masyarakat di Medan.*
(d/j006)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.