BREAKING NEWS
Sabtu, 04 April 2026

Jaksa KPK Bongkar Ritual Politik di PDIP: Memang Ada Kebiasaan Caleg 'Melarung' Agar Menang?

Adelia Syafitri - Kamis, 26 Juni 2025 20:19 WIB
Jaksa KPK Bongkar Ritual Politik di PDIP: Memang Ada Kebiasaan Caleg 'Melarung' Agar Menang?
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (foto: d)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA— Sidang lanjutan kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan yang menjerat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kembali memunculkan fakta menarik.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (26/6), jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Hasto terkait praktik ritual "melarung" yang dilakukan sejumlah calon legislatif PDIP.

Pertanyaan jaksa tersebut merujuk pada kesaksian staf Hasto, Kusnadi, yang sebelumnya menyatakan bahwa istilah "melarung" merujuk pada penenggelaman pakaian, bukan ponsel, seperti yang diduga dilakukan dalam upaya menghalangi penyidikan kasus Harun Masiku.

"Apakah memang ada kebiasaan di DPP bahwa caleg yang ingin menang harus melakukan ritual-ritual seperti melarung?" tanya jaksa kepada Hasto.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hasto tidak menampik adanya tradisi melarung dalam lingkungan PDIP.

Ia menyebut bahwa budaya tersebut merupakan bagian dari tradisi spiritual yang dibangun, terutama sejak partai berlambang banteng tersebut berada di pemerintahan.

"Larung itu memang menjadi bagian dari kultur kami. Terutama dalam menghadapi tekanan politik yang besar. Saya sendiri setiap malam tahun baru selama sembilan tahun naik gunung untuk berdoa bagi Bu Mega, Pak Jokowi, dan bangsa," ujar Hasto.

Ia menambahkan, melarung maupun tradisi spiritual lainnya seperti melukat atau berendam merupakan bagian dari kebudayaan Jawa yang juga kerap dilakukan di Gunung Merapi dan Parangkusumo, Yogyakarta.

Terkait penggunaan ritual oleh para caleg PDIP, Hasto juga mengakui hal itu lumrah terjadi.

"Ada caleg yang ikut melarung, berdoa, hingga berendam air, sebagai bagian dari ikhtiar politik mereka," tambahnya.

Dalam perkara ini, Hasto didakwa turut mendukung pemberian suap sebesar Rp600 juta kepada mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan, demi meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR lewat mekanisme pergantian antar waktu (PAW).

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru