BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

10.000 Data Konsumen Ninja Xpress Dijual Mantan Kurir, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Abyadi Siregar - Sabtu, 12 Juli 2025 15:13 WIB
10.000 Data Konsumen Ninja Xpress Dijual Mantan Kurir, Polisi Tangkap Dua Pelaku
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sebanyak 10.000 data pribadi pelanggan Ninja Xpress dilaporkan telah diperjualbelikan secara ilegal oleh mantan kurir dan pekerja lepas perusahaan logistik tersebut.

Direktorat Siber Polda Metro Jaya kini tengah menangani kasus ini dan telah menangkap dua tersangka berinisial T dan MFB di wilayah Jawa Barat.

Satu pelaku lainnya, berinisial G, masih buron.

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menyatakan penyelidikan terhadap kasus ini telah dilakukan sejak 11 Maret 2025, setelah adanya laporan dari pihak Ninja Xpress.

"Perkara ini juga berpotensi masuk ke ranah penipuan karena data pribadi konsumen diambil dan dijual dalam bentuk dokumen elektronik," ujar Fian dalam keterangan resminya, Sabtu (12/7/2025).

Dalam praktiknya, para pelaku menggunakan data konsumen untuk melakukan pemesanan fiktif.

Paket lalu dikirim ke konsumen melalui metode cash on delivery (COD).

Namun, barang yang diterima tidak sesuai pesanan, mulai dari kain perca, sampah, hingga tumpukan koran, meski konsumen tetap membayar.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung mengungkapkan, sejak Desember 2024 hingga Januari 2025, terdapat sekitar 100 aduan konsumen terkait pengiriman mencurigakan.

"Konsumen menerima barang tak sesuai. Kami temukan isinya hanyalah limbah seperti kain perca atau koran yang ditumpuk agar berat," ungkap Rafles.

Kasus ini mencuat usai Ninja Xpress melakukan audit internal menyusul lonjakan keluhan pelanggan.

Dari audit tersebut, ditemukan 294 pengiriman bermasalah yang menggunakan skema pembayaran COD.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru