
Prabowo Tegaskan: Merusak Fasilitas Umum Sama dengan Menghamburkan Uang Rakyat!
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalTAPANULI SELATAN – Perjuangan hukum Hennitawati Lubis (47), ibu rumah tangga asal Desa Sipenggeng, Batang Toru, yang menjadi korban pengeroyokan dua pria dewasa, masih jauh dari kata selesai.
Kasus ini mulai dilaporkan pada Mei 2024 dan saat ini tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dengan nomor perkara 228/Pid.B/2025/PN Psp.
Awal Kasus dan Dampak Traumatis
Baca Juga:
Peristiwa bermula pada 4 Mei 2024, saat Hennitawati mempertanyakan patok perbatasan tanah di kebunnya.
Bentrokan verbal memuncak menjadi kekerasan fisik.
Baca Juga:
Dua terdakwa, Misnan Nasution alias MN dan Aliman Hutabarat alias AH, diduga melakukan pengeroyokan, merobek jilbab dan pakaiannya hingga luka memar di dada.
Terakhir terlihat korban mengalami trauma mendalam, sementara hingga saat ini kedua pelaku belum ditahan, meski tinggal berdekatan dengan korban.
Sidang Perdana hingga Langkah Hukum
Sidang perdana berlangsung 11 Juni 2025, dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Hepni Agustiani, S.H.
Terdakwa dijerat Pasal 170 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) Jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP.
Keluarga korban meminta agar hakim menolak penangguhan penahanan dan segera menahan pelaku.
Sidang kedua, 17 Juni 2025, menghadirkan saksi korban.
Namun, suasana memanas saat kuasa hukum terdakwa mencoba memfokuskan pada sengketa tanah, yang memicu protes dari aktivis.
Salah satunya, Fachrul Rozy Pulungan menilai pengalihan isu ini melemahkan pokok perkara: kekerasan terhadap perempuan.
Musno Saidi Siregar menegaskan hakim harus netral dan profesional.
"Jika persidangan menyimpang, kami siap lapor ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung," tegasnya.
Aktivis bahkan siap menggelar aksi damai jika putusan dinilai tidak adil.
Sidang ketiga pada 23 Juni 2025 ditunda karena hakim anggota cuti.
Hal ini memicu kekecewaan dari saksi dan aktivis yang hadir dari desa.
Sidang keempat, pada 1 Juli 2025, kembali ramai karena adanya kegaduhan saat aktivis protes keras terhadap dugaan pelemahan proses persidangan.
Musno menuding hakim mengalihkan fokus ke masalah lahan, bukan kekerasan terhadap perempuan.
Aliansi BEMSU bahkan turun ke jalan di Medan menyuarakan "#KeadilanUntukHennitawati".
Mereka memperingatkan akan gelar aksi lanjutan jika verifikasi kasus ini tidak sesuai dengan hukum dan moral.
Mengomentari perkembangan kasus, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Ph.D., menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak dibenarkan dalam hukum agama maupun negara.
Ia meminta hakim mempertimbangkan aspek gender dalam penilaian perkara.
Ia menegaskan bahwa cara penyelesaian sengketa semestinya melalui musyawarah atau jalur hukum resmi, bukan agresi fisik.
"Kalaupun ada masalah antara kaum adam dengan kaum hawa, seharusnya diselesaikan secara bermartabat, bukan main hukum rimba," ujarnya kepada media, Rabu, 16 Juli 2025.*
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan aksi anarkis yang dapat mer
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perintah tegas kepada aparat kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan keras terhadap se
NasionalJAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian langkah tegas pasca aksi demonstrasi besarbesaran dan insiden tragis yang me
NasionalDenpasar Suasana kemerdekaan masih terasa semarak di berbagai penjuru negeri. Di Denpasar, semangat itu turut disalurkan oleh salah satu
NasionalJAKARTA Dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, r
PolitikACEH BESAR Pemerintah Gampong Lampanah Dayah, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, menggelar kegiatan Penyuluhan Internet Sehat bertempat di r
BeritaMEDAN Rektor Universitas Al Azhar Medan, Dr. Ir. Mawardi, ST., MT, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekeras
NasionalMEDAN Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara menggelar ibadah oikumene sebagai bentuk doa bersama demi kedamaian dan keamanan bangsa I
AgamaJAKARTA Di tengah gelombang demonstrasi yang melanda berbagai daerah di Indonesia, sejumlah menteri dalam kabinet Presiden Prabowo Subiant
NasionalJAKARTA Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan Uya Kuya, artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN, tengah berada di
Nasional