Bahlil: Saya Menteri yang Tidak Suka Impor, Banyak Celah Rente di Dalamnya
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan dirinya tidak menyukai skema impor dalam pemenuhan keb
EKONOMI
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Komisaris PT Sepiak Jaya Kaltim, Rudy Ong Chandra (ROC), dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kalimantan Timur.
Penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan dijemput paksa oleh tim penyidik KPK pada Kamis malam (21/8).
Rudy Ong tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 21.37 WIB dengan pengawalan ketat.
Ia tampak mengenakan kemeja merah muda dan tangan terborgol. Setibanya di lokasi, Rudy langsung digiring menuju ruang pemeriksaan yang berada di lantai dua.
Saat menaiki tangga, ia terlihat berusaha menutupi wajahnya dan bahkan sempat merangkak saat melintasi pintu akses menuju ruang pemeriksaan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa penahanan terhadap Rudy akan berlangsung selama 20 hari pertama.
"Selanjutnya, tersangka ROC akan dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 21 Agustus hingga 9 September 2025," jelas Budi.
Rudy akan menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan KPK Cabang Gedung Merah Putih.
Penetapan status tersangka terhadap Rudy Ong Chandra terungkap setelah dirinya mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Namun, dalam putusan pengadilan, gugatan tersebut ditolak, sehingga status tersangka ROC dinyatakan sah menurut hukum.
Kasus ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi dalam pengurusan perizinan IUP di Kalimantan Timur.
Selain Rudy Ong, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, salah satunya adalah mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.
Namun demikian, proses hukum terhadap Awang Faroek tidak dilanjutkan seiring dengan wafatnya yang bersangkutan.
Satu orang tersangka lain dalam perkara ini belum diumumkan identitasnya oleh KPK.
Penyidik sebelumnya juga telah melakukan penggeledahan di kediaman almarhum Awang Faroek dan menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Hingga saat ini, KPK belum menyampaikan secara rinci konstruksi perkara serta peran masing-masing tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi yang tengah diusut tersebut.
KPK menegaskan komitmennya untuk terus mengusut kasus ini secara profesional dan transparan dalam upaya pemberantasan korupsi di sektor pertambangan dan perizinan daerah.*
(kp/a008)
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan dirinya tidak menyukai skema impor dalam pemenuhan keb
EKONOMI
CARACAS Korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 32 o
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ma&03
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, didakwa menerima suap berupa uang tunai dan sebuah rumah dengan total n
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG Polda Jawa Barat memastikan tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR, Taufik Hidayat, ditan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan keterlibatan masyarakat dalam pemilihan logo resmi Hari Ulang Tah
NASIONAL
BENER MERIAH Tim Subuh Keliling (SULING) Polres Bener Meriah kembali menggelar kegiatan Shalat Subuh berjamaah bersama masyarakat sebaga
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap strategi pemerintah menjaga ketahanan energi nasional
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku mengetahui pihakpihak yang
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, tidak layak menda
NASIONAL