
Perdana, TNI Gelar Upacara Pengibaran Merah Putih di Kompleks Makam Pahlawan Cut Meutia
ACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalMEDAN – Sebuah video yang memperlihatkan aksi dugaan kekerasan terhadap demonstran di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah pria berpakaian sipil, diduga anggota polisi, terlihat menyeret dan bahkan menginjak kepala seorang demonstran hingga korban mengalami kejang-kejang.
Peristiwa ini terjadi pada aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa untuk menuntut penghapusan tunjangan mewah DPR, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga:
Lokasi kejadian berada di Jalan Imam Bonjol, tepat di depan Gedung DPRD Sumut, Medan.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria ditarik secara paksa oleh beberapa orang berpakaian preman.
Baca Juga:
Salah satu dari mereka, diduga seorang perwira Satreskrim Polrestabes Medan, terlihat menendang korban.
Sementara itu, pria lain berbaju garis-garis dan mengenakan topi terekam sedang menginjak kepala korban yang telah tergeletak di tanah.
Korban kemudian tampak kejang-kejang akibat aksi tersebut.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian sontak bereaksi keras, bahkan sempat mendorong pelaku untuk menghentikan tindakannya.
Kericuhan berhasil diredam setelah Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro, turun tangan melerai situasi.
Menanggapi insiden tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki identitas pria yang menginjak korban.
"Akan kami cek. Kalau itu benar anggota Polri akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku," tegas Ferry, Jumat (29/8/2025).
Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian tersebut.
"Saya selaku Kapolda minta maaf. Saat ini sedang kita proses," ujar Whisnu.
Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab utama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan justru menimbulkan ketakutan.
"Tugas kita adalah memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Sumut. Jangan ada yang coba-coba mengganggu keamanan dan ketertiban," imbuhnya.
Sejumlah lembaga pemerhati hak asasi manusia (HAM), termasuk KontraS, telah menyampaikan kritik terhadap dugaan kekerasan yang terjadi dalam pengamanan unjuk rasa ini.
KontraS menyebut tindakan aparat sebagai bentuk "brutalitas yang tak beralasan" serta meminta agar seluruh proses hukum berjalan secara transparan.
Hingga kini, masyarakat masih menanti kejelasan terkait proses penegakan hukum terhadap oknum yang terlibat, serta jaminan agar tindakan serupa tidak terulang di masa mendatang.*
(d/a008)
ACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalJAKARTA Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa fraksinya menyetujui penghentian tunjangan anggota
PolitikJAKARTA Sabtu sore, 30 Agustus 2025, rumah milik anggota DPR Ahmad Sahroni yang terletak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, digerudu
NasionalJAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ibas, menegaskan bahwa pihaknya siap untuk melakukan evaluasi terkait tunjangan anggot
PolitikJAKARTA UTARA Sabtu petang, 30 Agustus 2025, menjadi saksi bisu bagaimana kemarahan publik begitu memuncak terhadap anggota DPR RI, Ahmad
NasionalBOGOR Presiden Prabowo Subianto mengundang 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk melakukan dialog di kediamannya di Hambalang, Kabu
PemerintahanMEDAN Aksi anarkis yang melibatkan sejumlah remaja, yang diduga pelajar, terjadi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (3
PeristiwaMATARAM Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkirakan kerugian sementara akibat perusakan, pembakaran, dan penjarahan
PeristiwaMEDAN Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Togap Simangunsong, mengajak Universitas Senior Medan (USM) untuk terus berkolabo
PemerintahanMEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Pasar Murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional, yang di
Ekonomi