BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Gubernur Babel Kritik Pejabat Soal Perlindungan Tenaga Medis: “Kepala Dinas, Wali Kota, Bupati Penakut!”

gusWedha - Sabtu, 13 September 2025 12:19 WIB
Gubernur Babel Kritik Pejabat Soal Perlindungan Tenaga Medis: “Kepala Dinas, Wali Kota, Bupati Penakut!”
Gubernur Kepulauan Babel Dr. (Hc) Hidayat Arsani dalam seminar yang digelar PERSI Babel di Ruang Pertemuan Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (13/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr. (Hc) Hidayat Arsani menegaskan pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis di tengah maraknya kriminalisasi dokter.

Hal itu ia sampaikan dalam seminar "Kesiapan Rumah Sakit di Bangka Belitung dalam Menghadapi Berbagai Macam Perubahan Regulasi di Tahun 2025" yang digelar Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Babel di Ruang Pertemuan Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (13/9/2025).

Dengan gaya lugas, Hidayat, atau yang akrab disapa Dayat, menyampaikan kritik keras kepada pejabat daerah yang dianggap tidak berani membela dokter.

Baca Juga:
"Celakanya, kepala dinas penakut, wali kota penakut, bupati penakut. Dokter itu harus dilindungi. Profesi mereka sangat mulia," ujarnya di hadapan peserta seminar.

Dayat menyoroti sejumlah kasus di mana dokter terjerat hukum akibat desakan keluarga pasien maupun opini publik.

Ia mencontohkan kasus meninggalnya seorang bayi di salah satu rumah sakit yang berujung pada pemidanaan dokter.

"Mana ada dokter yang ingin mencelakakan pasien? Kalau apes bagaimana? Tangan dokter itu tangan penyelamat manusia, bukan tangan pencelaka," tegasnya.

Ia lalu membuat perumpamaan sederhana: "Kalau pohon jagung mati, apa salah petaninya? Sama halnya dengan dokter. Tidak semua kematian bisa ditimpakan kepada mereka."

Selain menyoroti kriminalisasi, Dayat menekankan pentingnya pembenahan manajemen rumah sakit.

Menurutnya, tenaga kesehatan harus dipilih berdasarkan kompetensi akademik, bukan kedekatan atau kepentingan tertentu.

"Jangan sampai dokter jaga ditunjuk asal-asalan. Semua harus sesuai akademis. Kalau ada dokter bermasalah, kepala dinas harus berdiri di depan, melindungi," ucapnya.

Ia juga mengingatkan agar senioritas di dunia medis tidak menjadi beban bagi dokter muda.

"Dokter senior harus membimbing, bukan menekan. Etika dan akademis itu kunci. Kita bisa belajar dari Singapura yang maju karena pelayanan ikhlas dan profesional," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dayat turut membagikan pengalamannya membangun tiga rumah sakit di Babel dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah.

Ia mengaku pengalaman pahit justru menjadi pelajaran berharga.

"Saya bisa berhasil justru karena sering ditipu dokter. Kalau tidak ditipu, saya tidak akan belajar dan pintar. Itu kenyataan," ungkapnya blak-blakan.

Menurutnya, keberanian membangun rumah sakit bukan didorong bisnis semata, melainkan tekad untuk menolong masyarakat.

"Waktu itu saya nekat beli CT Scan Rp9 miliar demi masyarakat. Rumah sakit bukan sekadar bisnis, tapi kemanusiaan," jelasnya.

Di akhir sambutan, Dayat mengajak semua pihak, yaitu dokter, manajemen rumah sakit, pemerintah daerah, hingga masyarakat, untuk berkolaborasi menghadapi perubahan regulasi kesehatan tahun 2025.

"Jangan ada lagi kepentingan yang menekan dokter atau rumah sakit. Kita harus ikhlas melayani masyarakat. Dengan begitu, dunia kesehatan di Babel bisa maju," pungkasnya.

Seminar PERSI Babel ini diharapkan menjadi momentum introspeksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem kesehatan, memperjuangkan perlindungan tenaga medis, serta memastikan pelayanan yang transparan, etis, dan profesional bagi masyarakat Bangka Belitung.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketika Pejabat Tak Mau Menjawab: Bentuk Arogan atau Strategi Diam?
Gelombang Demo Akhir Agustus 2025: Alarm Keadilan dan Jalan Baru Restorasi Bangsa
Hujan Deras Paksa Laga Persib vs Persebaya Dihentikan Sementara, GBLA Tergenang Air
DeepMind: AI Akan Pangkas Waktu Penemuan Obat Jadi Hitungan Bulan
Resmi! Bambang Pamungkas Jabat Direktur Olahraga Persija Jakarta
Nafa Urbach Kebingungan Bedakan Gelar Doktor dan Dokter, Psikolog Lita Gading Kritik Keras: “Memalukan untuk Anggota DPR”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru