Disentil Bobby Soal Silpa Rp 500 M, Rico Waas Buka Suara Buntut DBH Medan Baru Cair 30 Persen
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menanggapi pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyinggung adanya Sisa Le
PEMERINTAHAN
MINAHASA - Kepolisian berhasil mengungkap identitas seorang pemuda berinisial WFT (22) yang diduga kuat sebagai sosok di balik nama hacker kontroversial Bjorka. Pemuda asal Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, itu ditangkap Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya akhir September lalu.
Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari sebuah bank swasta yang mengaku menjadi korban pembobolan data jutaan nasabahnya.
"WFT bukan lulusan SMK, bukan sarjana IT, tapi mempelajari komputer secara otodidak dari komunitas online," ungkap AKBP Fian Yunus, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya.Baca Juga:
Dari Bjorka hingga Oposite6890
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan WFT menggunakan berbagai nama samaran di forum gelap seperti Bjorka, SkyWave, Shint Hunter, dan Oposite6890. Aktivitas sibernya mulai terdeteksi sejak Desember 2024, dan ia diduga melakukan semua aksinya sendiri tanpa bantuan pihak lain.
Diketahui, WFT menjual data pribadi pengguna Indonesia di sejumlah forum dark web dan bahkan menggunakan media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram untuk menjajakan data tersebut. Transaksinya dilakukan dalam mata uang kripto.
"Sekali transaksi bisa bernilai puluhan juta rupiah, tergantung jenis data dan permintaan pembeli di dark web," jelas Fian.
Motif Uang dan Pemerasan
Polisi menyebut motif utama WFT adalah uang. Kasus ini mulai mencuat pada Februari 2025, ketika akun @bjorkanesiaa merilis database yang berisi 4,9 juta data nasabah milik sebuah bank. Dalam unggahan itu, WFT juga mengirimkan pesan pemerasan ke pihak bank, meski rencana tersebut gagal karena cepat dilaporkan.
"Motif pelaku adalah pemerasan. Tapi sebelum berhasil, kami sudah bergerak lebih dulu," ujar AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya.
Kini, penyidik tengah mendalami jumlah keuntungan yang telah diperoleh WFT dari penjualan data tersebut dan menelusuri apakah ada jaringan lain yang terlibat.
Siapa Sebenarnya WFT?
Meskipun bukan lulusan sekolah formal di bidang teknologi, WFT dikenal tertutup dan menghabiskan hampir seluruh waktunya di depan komputer. Ia mulai mengenal komunitas gelap di internet sejak 2020 dan perlahan-lahan membangun reputasi sebagai peretas andal di dunia maya.*
(bs/j006)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menanggapi pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyinggung adanya Sisa Le
PEMERINTAHAN
LANGKAT Kecelakaan tunggal terjadi di Dusun Titi Kurus, Desa Karya Jadi, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebua
PERISTIWA
MEDAN Sidang vonis tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan smartboard di Dinas Pendidikan (Disdik) Langkat tahun anggaran 2024 ditunda
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Harga masker pelindung pernapasan di sejumlah tempat dan apotek di Kota Medan mengalami kenaikan. Pedagang menyebut peningkatan permi
EKONOMI
MEDAN Keluarga mendiang Winda Lorenza Gowasa disebut belum bersedia menjalani pemeriksaan terkait tuduhan yang beredar di media sosial meng
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, m
EKONOMI
SERDANG BEDAGAI Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, diketahui pulang dari a
PEMERINTAHAN
MEDAN Polisi menangkap satu dari enam pelaku yang diduga merampok seorang mahasiswa di kawasan tanah garapan, Desa Sampali, Kecamatan Percu
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah memeriksa sekitar 30 orang saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial FYM (42) yang diduga membawa 480,56 gram sabu. Warga Kabupaten Pidi
HUKUM DAN KRIMINAL