Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan episenter gempa berada di koordinat 1,11° Lintang Utara dan 97,02° Bujur Timur, atau sekitar 52 kilometer barat daya Nias Utara, dengan kedalaman 17 kilometer.
"Gempa ini tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," kata Rahmat dalam keterangan resmi.
BMKG menyebut mekanisme gempa menunjukkan pergerakan naik (thrust fault), yang umum terjadi di zona tumbukan lempeng aktif di wilayah barat Sumatera.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah.
Di Gunungsitoli, intensitas mencapai skala V MMI, yang berarti guncangan dirasakan hampir seluruh warga dan banyak orang terbangun.
Sementara di Nias Barat, Nias Utara, dan Tapanuli Tengah, intensitas tercatat pada skala IV MMI, di mana getaran terasa jelas di dalam rumah.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan dengan magnitudo 3,7 hingga pukul 03.40 WIB.
Aktivitas susulan tersebut masih dalam kategori wajar untuk gempa tektonik di zona subduksi.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.