Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Mata uang Garuda naik 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke
EKONOMI
Medan – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, tidak bisa memberikan jawaban tegas terkait siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, Banten. Menurut Trenggono, secara hukum, pihak yang membangun pagar laut tersebut harus mengakui kepemilikan proyek itu.
“Kalau secara yuridis kan itu harus ada yang mengaku,” kata Trenggono dalam acara ROSI yang tayang di KompasTV pada Kamis (23/1). “Karena itu kan propertinya mereka,” imbuhnya. Meski demikian, Trenggono menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih melakukan penyelidikan terkait siapa yang berada di balik pembangunan pagar laut tersebut.
Sebagai langkah awal, Trenggono menjelaskan bahwa pihak KKP telah memanggil Jaringan Rakyat Pantura (JRP), kelompok yang mengaku membangun pagar laut secara swadaya. “Kami menelusuri dulu, dari media ada yang mengatakan, kelompok nelayan Pantura, itu mereka memasang beramai-ramai, untuk kepentingan mereka secara swadaya,” kata Trenggono. “Ini kita lagi dalami. Mereka sudah kita panggil ke kantor,” lanjutnya.
Namun, sebelum itu, advokat Ahmad Khozinudin, yang sebelumnya menggugat proyek strategis nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), mengaku telah menyerahkan nama-nama dalang di balik pembangunan pagar laut kepada KKP. Nama-nama tersebut termasuk pendiri Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, dan CEO Salim Group, Anthony Salim. Khozin juga mengklaim bahwa pembangunan pagar laut terkait erat dengan proyek PIK 2.
“Kami sudah datang ke KKP untuk menyampaikan informasi ini, kami sudah kirim surat untuk audiensi, dan memang kami sempat konferensi pers di depan KKP untuk menjelaskan,” kata Khozin. Namun, Khozin menilai pihak KKP justru memanggil JRP, bukan pihak yang disebutkan dalam laporan yang diserahkan kepadanya. “Malah manggil Jaringan Rakyat Pantura, JRP itu. Ini kan buang-buang waktu,” keluh Khozin.
Khozin menegaskan bahwa pagar laut tersebut tidak mungkin dibangun untuk kepentingan nelayan, karena biaya yang dibutuhkan sangat besar. Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang lamban bertindak hingga kasus ini menjadi perbincangan publik.
Pagar laut tersebut pertama kali ditemukan pada 14 Agustus 2024, ketika Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menerima laporan mengenai aktivitas pemagaran laut. Pihak KKP bersama TNI AL telah melakukan pembongkaran sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, namun hingga kini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas pembangunan pagar laut tersebut.
(christie/trbn)
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Mata uang Garuda naik 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke
EKONOMI
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meninjau langsung Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
EKONOMI
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pembangunan Sekolah
PENDIDIKAN
DELI SERDANG Kemunculan buih putih menyerupai bongkahan salju yang memenuhi aliran Sungai Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten D
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan penguatan signifikan. Pada penutupan sesi perdagang
EKONOMI
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali mengajukan permohonan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya untuk menggugat penetapan diriny
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi meluncurkan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahan
EKONOMI
JAKARTA Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan kehid
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan ten
NASIONAL
MEDAN Harta kekayaan Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim menjadi sorotan setelah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komi
NASIONAL