Kawasan SEJALAN Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, Ini Potensinya
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Mata uang Garuda naik 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke posisi Rp17.963 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya berada di level Rp17.995 per dolar AS.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak ke level Rp17.960 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.994 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah didorong sentimen positif dari perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai memberi optimisme bagi pelaku pasar global.Baca Juga:
Menurut Ibrahim, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menyetujui hampir seluruh poin yang dibutuhkan dalam proses negosiasi. Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa hubungan kedua negara akan bergerak ke arah yang lebih baik.
Meski demikian, pasar masih mencermati laporan yang menyebut Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait pelepasan klaim atas Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan pembukaan akses terhadap dana Iran yang selama ini dibekukan.
Kondisi tersebut membuat risiko geopolitik masih menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait potensi gangguan terhadap jalur distribusi minyak mentah dunia.
Selain sentimen geopolitik, penguatan rupiah juga dipengaruhi data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menambah 57 ribu lapangan kerja pada Juni, jauh lebih rendah dibanding proyeksi pasar sebesar 110 ribu pekerjaan.
Di sisi lain, data penggajian Mei juga direvisi turun menjadi 129 ribu dari sebelumnya 172 ribu. Sementara tingkat pengangguran tercatat turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen.
Ibrahim menilai data tersebut mengurangi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/Fed).
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 51 persen dari sebelumnya 63 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Pelaku pasar kini masih akan mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran, pergerakan harga minyak dunia, serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.* (mt/dh)
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mematangkan persiapan menghadapi Verifikasi dan Validasi (Verval) Lapangan Program Kampung Kre
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung pekerjaan normalisasi dan pembongkaran drainase di Jalan Listrik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungbalai ya
PEMERINTAHAN
JAKARTA Perombakan Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Oktober 2026 dinilai belum menunjukkan perubah
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum melantik Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru dalam rangkaian sera
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan perombakan sejumlah jabatan di lingkungan Polri hanya dua hari setelah dilantik meng
NASIONAL
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terh
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada 495 siswa yang terdampak atau diduga mengalami keracunan setelah meng
NASIONAL
MEDAN PSMS Medan meraih poin penuh setelah mengalahkan Persikad Depok dengan skor telak 40 pada pekan keempat Pegadaian Championship 20
OLAHRAGA
JAKARTA Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial. Isu tersebut men
SAINS DAN TEKNOLOGI