BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Program Sehati Resmi Diluncurkan, Desa Terpilih Berpeluang Terima Bantuan Rp2,5 Miliar

Nurul - Jumat, 03 Juli 2026 17:19 WIB
Program Sehati Resmi Diluncurkan, Desa Terpilih Berpeluang Terima Bantuan Rp2,5 Miliar
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Foto: DOK. Humas Kemendesa PDT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi meluncurkan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (Sehati) sebagai salah satu program prioritas nasional periode 2026–2031. Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan bantuan hingga Rp2,5 miliar untuk setiap desa yang memenuhi kriteria.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, program Sehati dikembangkan bersama Bank Dunia (World Bank) dengan sasaran awal sekitar 7.000 hingga 10.000 desa di berbagai wilayah Indonesia.

"Program Sehati ini menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada ekonomi hijau dan ketahanan pangan terintegrasi di tingkat desa," ujar Yandri dalam Rapat Koordinasi Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:

Menurut Yandri, bantuan senilai Rp2,5 miliar per desa akan diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal yang terhubung dengan kebutuhan nasional, khususnya di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Salah satu fokus program ini adalah pemberdayaan desa-desa nelayan serta pengembangan budidaya perikanan darat dan komoditas strategis seperti rumput laut.

"Kami akan menyasar desa-desa nelayan, termasuk mendorong budidaya perikanan darat dan kemungkinan pengembangan budidaya rumput laut sebagai bagian dari program ini," jelasnya.

Kemendes juga menetapkan sejumlah kriteria bagi desa yang berpeluang menerima bantuan tersebut. Prioritas diberikan kepada desa berstatus maju dan berkembang berdasarkan Indeks Desa 2025, memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menerapkan program Padat Karya Tunai Desa, serta mempunyai produk unggulan di sektor pertanian maupun pariwisata.

Selain itu, desa dengan tingkat kerentanan iklim menengah hingga tinggi, memiliki akses internet, berada di Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP), serta memiliki kapasitas fiskal yang memadai juga menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.

Yandri berharap program Sehati mampu meningkatkan kemandirian desa, memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja di kawasan perdesaan.

"Harapan kami, program ini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui potensi lokal yang dimiliki setiap desa," pungkasnya.* (d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Belajar dari Jepang-Korsel, Mendes Siapkan Jurus agar Desa Indonesia Tak Bernasib Kosong
UMSU Siapkan Desa Bekiung Jadi Percontohan Energi Hijau Berbasis Biogas
Gibran Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Saingi BUMDes dan Warung Warga
Wagub Aceh Dorong UMKM dan BUMDes Jadi Motor Ekonomi di Program MBG Pascabencana
Kejari Simalungun Periksa 7 Camat, Usut Korupsi Pelatihan Ketahanan Pangan dan BUMDes 2025
BUMDes Sumut Didorong Naik Kelas, Pemprov Siapkan Pelatihan dan Klinik Usaha
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru