BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Gibran Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Saingi BUMDes dan Warung Warga

Nurul - Jumat, 19 Juni 2026 12:27 WIB
Gibran Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Saingi BUMDes dan Warung Warga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/06/2026). (foto: Setwapres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ENDE – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak boleh menjadi pesaing bagi usaha-usaha yang telah berkembang di desa.

Menurutnya, koperasi yang dibentuk pemerintah harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung dan menguatkan.

Hal itu disampaikan Gibran saat mengunjungi SD Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:

"Jangan sampai juga bersaing dengan BUMDes, bersaing dengan toko-toko kelontong warga. Pastikan ini menjadi satu ekosistem yang saling mengisi," ujar Gibran.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah perhatian publik terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Niowula.

Sebelumnya, lokasi pembangunan koperasi sempat menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya kerusakan pada area sekolah agar alat berat dapat melintas menuju lokasi proyek yang berada di belakang sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Gibran menekankan pentingnya penentuan lokasi pembangunan koperasi dilakukan secara matang dan melibatkan masyarakat setempat.

Menurutnya, setiap dampak yang mungkin timbul terhadap warga maupun lingkungan sekitar harus diperhitungkan sejak awal.

"Pak Kades, Pak Bupati, diperhatikan benar lokasi koperasinya itu ada di mana. Apakah ada pihak yang dirugikan, dampaknya seperti apa harus dikaji benar," katanya.

Mantan Wali Kota Solo itu juga meminta pemerintah daerah segera menyiapkan lokasi baru untuk pembangunan koperasi agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.

Menurut Gibran, kepentingan pendidikan harus tetap menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu oleh proyek pembangunan apa pun.

"Jangan sampai adik-adik ini terganggu dalam proses belajar-mengajarnya. Segera ditentukan lokasi barunya dan kalau sudah ditentukan, tentunya dengan berdiskusi dengan warga, segera dibangun," tandasnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR hingga Kemenkeu Jadi Lokasi Demo Mahasiswa Hari Ini, 4.263 Personel Disiagakan
APINDO Wanti-wanti Pemerintah Jangan Tergesa Ratifikasi Konvensi Pekerja Platform ILO
Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan
Punya Usaha dan Butuh Modal? Cek KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Terendah Mulai Rp1,9 Juta
Rico Waas Ajak Pemuda dan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan untuk Kemajuan Kota Medan
Pemko Medan Optimistis Jadi Pusat MICE Nasional, Andalkan Perdagangan dan Keberagaman Budaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru