Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
SEMARANG – Bripka R, seorang oknum polisi yang terlibat dalam penembakan terhadap Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO), siswa SMK Negeri 4 Semarang, akhirnya memberikan pengakuan terkait kejadian yang menewaskan remaja tersebut. Bripka R, yang diketahui menjabat sebagai penyidik di Polrestabes Semarang, mengungkapkan bahwa insiden penembakan itu terjadi setelah ia terlibat dalam upaya melerai tawuran antar kelompok geng di jalan.
Menurut pengakuan Bripka R, yang kini telah diamankan oleh pihak Propam Polda Jawa Tengah, kejadian itu bermula saat dirinya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah pada Minggu malam, 24 November 2024. Di tengah perjalanan, ia melihat kerumunan massa yang terlibat tawuran antara dua kelompok geng, yakni Geng Tanggul Pojok dan Geng Seroja, di kawasan Gayamsari, Semarang.
Bripka R yang mencoba melerai tawuran tersebut, mengatakan dirinya diserang oleh anggota kedua geng yang terlibat bentrokan. Dalam kondisi terdesak, Bripka R mengaku terpaksa melepaskan tembakan sebagai tindakan tegas terhadap para pelaku tawuran.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima tiga laporan terkait tawuran antar geng yang terjadi di lokasi yang berbeda, termasuk kawasan Gayamsari, Semarang Utara, dan Semarang Barat pada hari yang sama. Kombes Irwan menambahkan bahwa dalam beberapa peristiwa tawuran tersebut, sejumlah pelaku telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Pada Minggu dini hari kemarin, kita menangani laporan terkait tiga tawuran antargeng yang terjadi di beberapa kecamatan di Semarang. Beberapa pelaku sudah kita amankan dan mereka sekarang statusnya sebagai tersangka,” kata Kombes Irwan.
Meski Bripka R mengaku sempat membawa korban, Gamma Rizkynata Oktafandy, ke rumah sakit setelah terkena tembakan, nyawa siswa SMK tersebut tak dapat diselamatkan. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama terkait penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian dalam situasi yang melibatkan tawuran geng.
Kepolisian kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden ini, dan Bripka R telah diamankan oleh Propam Polda Jawa Tengah untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan berjanji untuk memastikan keadilan dalam kasus ini.
Kasus ini menambah panjang daftar tawuran antar geng yang semakin marak di beberapa daerah, yang kerap menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiel. Masyarakat berharap penegakan hukum yang tegas dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.
(JOHANSIRAIT)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA