Kabar Baik! Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun, Dorong Ketahanan Pangan 2026
JAKARTA Pemerintah tancap gas memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberian akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha tani.
PERTANIAN AGRIBISNIS
PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjadi sorotan nasional setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11/2025).
Dalam operasi itu, KPK mengamankan 10 orang, termasuk Abdul Wahid, dan sejumlah uang sebagai barang bukti.
"Yang dibawa pada hari ini ada sembilan orang, nanti ada dua kloter, pagi dan siang. Selain pihak-pihak yang diamankan, ada juga sejumlah uang sebagai barang bukti," ujar Budi, juru bicara KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (4/11/2025).Baca Juga:
Abdul Wahid tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.35 WIB menggunakan kaus putih, masker, dan sendal, serta tampak membawa tas berwarna biru.
Meski telah dibawa ke Jakarta, KPK belum merinci kasus apa yang menjerat gubernur itu, hanya memastikan kasus terkait dengan Dinas PUPR Riau.
Sebelum OTT, Abdul Wahid sempat mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.3.1/1606/SETDA/2025 tertanggal 25 September 2025, yang melarang praktik gratifikasi oleh jajarannya.
SE ini menjadi tindak lanjut SE KPK Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi.
Menariknya, ulama kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) sebelumnya pernah membela Abdul Wahid.
Saat kabar OTT beredar, UAS menyatakan gubernur Riau itu hanya dimintai keterangan, bukan ditangkap.
Kedekatan mereka terlihat sejak Pilgub Riau 2024, ketika UAS mendukung Abdul Wahid-SF Hariyanto.
Profil Singkat Abdul Wahid
Abdul Wahid lahir di Desa Belaras, Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, 21 November 1980.
Ia menempuh pendidikan dari SD hingga S2 di bidang Ilmu Politik di Universitas Riau (2021).
Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Provinsi Riau (2009–2019) dan DPR RI periode 2019–2024.
Ia juga Ketua DPW PKB Riau sejak 2011. Abdul Wahid dikenal aktif dalam dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan, termasuk HMI dan PKB.
Berdasarkan LHKPN 2023, Abdul Wahid memiliki total harta kekayaan Rp 4,8 miliar, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, dan kas.
"Langkah ini diambil Pemprov Riau untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi, khususnya dalam pengendalian gratifikasi terkait segala bentuk pemberian yang menyalahgunakan wewenang jabatan," tulis SE Abdul Wahid.
Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat Abdul Wahid baru memulai masa jabatannya sebagai Gubernur Riau 2025–2030 bersama Wakil Gubernur SF Hariyanto.*
(tm/a008)
JAKARTA Pemerintah tancap gas memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberian akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha tani.
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (14/1/2026), meski masih berada di level terlemah sejak
EKONOMI
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memastikan pelaksanaan 88 Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2026 akan
PEMERINTAHAN
MEDAN Pengguna dompet digital DANA berkesempatan menerima saldo gratis senilai Rp222.000 pada hari ini, Rabu (14/1/2026). Saldo ini bisa
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor PT Wanatiara Persada (WP) di Jakarta Utara pada Selasa (13/
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga ratarata nasional sejumlah komoditas pangan di Indonesia mengalami pergerakan beragam pada Rabu (14/1/2026). Data panel h
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Pada pukul 0901 WIB, IHSG naik 58,75 poin (
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi. Pada perdagang
EKONOMI
CIANJUR Perayaan Misa Ekaristi Awal Tahun di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, berlangsung khidmat meski diguyur hujan
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Republik Indonesia resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 pada Selasa (13/1/2026) dengan format hybr
HUKUM DAN KRIMINAL