Krisis Pangan Global Mengintai, Mentan Amran Sebut Konglomerat Dunia Diam-diam Serbu Sektor Pertanian
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
Pandeglang – Dalam sidang lanjutan kasus perburuan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menghadirkan saksi Oyok Agus. Dalam keterangannya, Oyok mengungkapkan bahwa tiga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut, yakni Leli, Sayudin, dan Sahru, telah menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Mereka dibawa ke Polda Banten untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Menurut Oyok, ia melakukan pendekatan kepada keluarga para pelaku agar mereka kooperatif dan menyerahkan diri setelah terpidana Sunendi ditangkap pada bulan Mei 2024. “Daripada sengsara seumur hidup, kata saya, mendingan kooperatif menyerahkan diri,” ujar Oyok di Pengadilan Negeri Pandeglang, Senin (26/11/2024).
Dalam sidang tersebut, Oyok juga menceritakan pengakuan pelaku tentang perburuan badak Jawa. Ia menjelaskan bahwa Leli, Sayudin, dan Sahru tergabung dalam satu kelompok saat melakukan aksi perburuan. Sahru, menurut Oyok, berperan menembak badak dengan senjata api, sementara Sayudin bertugas memotong cula badak yang berhasil didapatkan.
“Sayudin mengambil cula sendirian atau bersama teman-temannya,” tanya hakim. “Bersama teman-temannya, sama Sahru, sama Leli,” jawab Oyok.
Oyok juga mengungkapkan bahwa pelaku Sahru mengakui dirinya sebagai orang yang menembak badak saat ditanya oleh pihak penyidik. “Sahru waktu ditanya di mobil, yang nembak siapa kata saya? Lama-lama (Sahru ngaku) saya,” ungkap Oyok.
Ketika hakim menanyakan mengenai metode yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksi perburuan, Oyok menjelaskan bahwa setelah badak ditembak, Sayudin dan kelompoknya menggunakan golok untuk memotong cula badak tersebut. “Caranya mencuri culanya? Ditembak, udah ditembak, (diambil culanya) pakai golok,” katanya.
Dari keterangan yang diberikan oleh saksi, Oyok mengungkapkan bahwa pelaku sudah pernah menjual cula badak hasil perburuan mereka, meskipun ia tidak mengetahui berapa kali transaksi jual beli dilakukan.
“Memburu apa menjual juga?,” tanya hakim. “Mereka memburu untuk dijual karena untuk kebutuhan ekonomi aja,” jawab Oyok.
Namun, Oyok mengaku tidak dapat menjelaskan peran para pelaku lainnya, yakni Isnen, Atang Damanhuri, dan Karip, dalam perburuan tersebut. Menurut Oyok, ia tidak membawa pelaku-pelaku tersebut ke Polda, sehingga tidak memiliki keterangan yang lebih lengkap terkait peran mereka.
Majelis hakim kemudian menanyakan kebenaran dari pernyataan yang disampaikan oleh saksi. Semua pelaku yang hadir dalam persidangan mengonfirmasi bahwa pengakuan saksi adalah benar, termasuk Sayudin yang mengakui dirinya turut memotong cula badak.
“Ngambil cula iya,” kata Sayudin, membenarkan pernyataan saksi.
Kasus perburuan badak Jawa yang terjadi di Taman Nasional Ujung Kulon ini melibatkan beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam perdagangan ilegal bagian tubuh satwa langka tersebut. Badak Jawa, yang hanya terdapat di beberapa kawasan di Indonesia, kini menjadi salah satu satwa yang sangat dilindungi oleh negara dan organisasi internasional.
Perburuan dan perdagangan cula badak masuk dalam kategori kejahatan terhadap alam yang merusak ekosistem dan mengancam kelestarian spesies langka. Sebagai respons terhadap hal ini, pihak berwenang berupaya untuk mengusut tuntas jaringan perdagangan ilegal tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku.
Dengan adanya persidangan ini, diharapkan bisa memberikan efek jera kepada pelaku dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mendukung upaya pelestarian satwa langka.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus memperkuat tata kelola aset daera
PEMERINTAHAN
ACEH TENGAH Sejumlah desa di lima kecamatan di Aceh Tengah kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan terse
PERISTIWA
GAZA Serangan udara kembali dilancarkan Israel Defense Forces (IDF) ke wilayah Jalur Gaza pada Senin, 6 April 2026, di tengah berlangsun
INTERNASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan merespons santai video viral pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal menjatuhkan Presiden Pra
NASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Saiful Mujani angkat bicara terkait potongan video viral yang menampilkan dirinya berbicara soal menjatuhkan
POLITIK
JAKARTA Isu perombakan Kabinet Merah Putih mencuat di tengah dinamika politik dan tekanan geopolitik global. Pihak Istana Kepresidenan m
NASIONAL
JAKARTA Mantan staf khusus Presiden ke7 RI, Andi Taufan Garuda Putra, menyatakan tidak mengetahui pokok perkara dalam kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Medan kembali mencuat. Kader akar rumput PDIP Medan Amplas,
POLITIK
JAKARTA Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tengah menjadi sorotan tajam setelah sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan
HUKUM DAN KRIMINAL