BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Insiden Penghadangan dan Penyerangan Mobil Ketua DPP NasDem di Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu Bantah Keterlibatan Pendukungnya

BITVonline.com - Kamis, 21 November 2024 08:30 WIB
Insiden Penghadangan dan Penyerangan Mobil Ketua DPP NasDem di Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu Bantah Keterlibatan Pendukungnya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG -Insiden penghadangan dan penyerangan mobil rombongan Ketua DPP Partai NasDem teritorial Aceh, Bakhtiar Sibarani, mencuat ke publik. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera pada Rabu (20/11/2024) dan diduga melibatkan kelompok pendukung salah satu calon Bupati Tapanuli Tengah.

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan orang menghadang mobil Bakhtiar yang juga merupakan tim pemenangan pasangan calon Bupati Tapanuli Tengah, Kiyedi Pasaribu dan Darwin Sitompul. Para pelaku berteriak dan memukul mobil dengan benda keras. Bahkan, salah satu pelaku terlihat mengenakan kaus bertuliskan nama pasangan calon dari PDIP, Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendy.Calon Bupati Tapanuli Tengah dari PDIP, Masinton Pasaribu, membantah tudingan bahwa pendukungnya terlibat dalam insiden tersebut. Ia menyebut keributan itu merupakan konflik antara kelompok masyarakat.

“Tidak ada tim kami dalam insiden itu. Itu keributan dengan antar kelompok masyarakat,” ujar Masinton, Kamis (21/11/2024).

Ia juga menambahkan bahwa insiden tersebut telah dibahas bersama dengan Pj Bupati, Kapolres, serta kedua pasangan calon beserta pendukungnya.Bakhtiar Sibarani memberikan keterangan bahwa penghadangan terjadi secara tiba-tiba saat ia dalam perjalanan menuju Barus. Ia menyebut bahwa penghadangan tersebut sudah direncanakan dan melibatkan kekerasan, termasuk penikaman terhadap salah satu anggota rombongannya.

“Saya mau ke Barus, di Mela, dihadang di tengah jalan. Di situ kami jelas melihat beberapa nama yang kami kenal. Bahkan ada yang bilang, ‘tikam-tikam, bunuh.’ Anggota saya ada yang kena tikam,” ungkap Bakhtiar.

Mantan Bupati Tapanuli Tengah itu menduga peristiwa tersebut dilakukan oleh tim pemenangan pasangan calon yang berseberangan. Ia menuding kelompok tersebut sengaja merancang aksi penghadangan untuk menciptakan ketakutan.

“Itu dilakukan oleh tim pemenangan tertentu. Kuat dugaan itu sudah direncanakan. Menurut saya, ini perencanaan pembunuhan. Mereka bawa alat dan mengejar kami,” tambahnya.Setelah insiden perusakan mobil, para pelaku disebut kembali mengejar rombongan Bakhtiar hingga akhirnya dihentikan oleh warga yang mengenal Bakhtiar. Kericuhan tersebut sempat melibatkan bentrokan antara massa yang mengejar dengan warga setempat.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian setempat tengah menyelidiki insiden tersebut untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab. Kapolres Tapanuli Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini.

 

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru