BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

KSJ dan Gerbrak Soroti Kinerja Pemko Medan soal Kasus TPPO Korban Nabila Aisyah

Raman Krisna - Rabu, 31 Desember 2025 19:13 WIB
KSJ dan Gerbrak Soroti Kinerja Pemko Medan soal Kasus TPPO Korban Nabila Aisyah
Kasus ini mencuat setelah Nezza Syafitri Nasution, orang tua korban TPPO, meminta pendampingan terhadap putrinya, Nabila Aisyah (17), yang diduga disekap dan dipaksa bekerja di sebuah kafe remang-remang di Kabupaten Kampar, Riau. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Aktivis Komunitas Sedekah Jum'at (KSJ) dan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak), Saharuddin, menyoroti kinerja Pemerintah Kota Medan terkait kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa warga Medan.

Menurutnya, pihak terkait terlihat abai dan tidak serius menangani kasus yang melibatkan jaringan perdagangan orang yang masif dan terstruktur.

"Walikota Medan melalui dinas terkait sepertinya tidak mampu menangani masalah ini. Kami akan mengusulkan kepada DPRD Kota Medan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kasus TPPO ini," kata Saharuddin, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga:

Saharuddin menilai kasus ini mengancam hak asasi manusia warga Medan, sementara pejabat yang diberikan amanah terkesan santai dan tidak serius dalam menjalankan tugas yang didanai APBD.

Kasus ini mencuat setelah Nezza Syafitri Nasution, orang tua korban TPPO, meminta pendampingan terhadap putrinya, Nabila Aisyah (17), yang diduga disekap dan dipaksa bekerja di sebuah kafe remang-remang di Kabupaten Kampar, Riau.

Korban lain, Nia Permata Sari Simatupang (18), juga masih berada di lokasi yang sama.

Sejumlah lembaga investigasi, termasuk Forum Aksi Bersama Rakyat Sumatera Utara, LSM Penjara Indonesia Sumatera Utara, dan Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB), mendukung KSJ dan Gerbrak dalam proses pendampingan korban.

Pendampingan ini mencakup layanan terpadu seperti konseling psikologis, rehabilitasi kesehatan dan sosial, advokasi hukum, pelaporan, serta reintegrasi sosial.

Saharuddin menegaskan, KSJ dan Gerbrak siap mendampingi korban ke Pekanbaru untuk memastikan hak-haknya terlindungi.

Ia juga mengingatkan pemerintah kota untuk serius menangani kasus ini, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban jaringan TPPO.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Imigrasi Ngurah Rai Catat 15 Juta Perlintasan Sepanjang 2025, Kontribusi Nyata bagi Pariwisata Bali
Aktivis Nasional Berangkat ke Pekanbaru, Dampingi Korban TPPO Anak Muda di Riau
Korban TPPO di Pekanbaru Minta Pendampingan KSJ & Gerbrak, Dua Remaja Terjebak Cafe Remang-Remang
APBD DKI Jakarta 2026 Ditetapkan Rp81,32 Triliun, Prioritas Penanganan Sampah dan Kemacetan
Bareskrim Polri Periksa 9 WNI Usai Dipulangkan dari Kamboja karena Online Scam
KSJ Sambirejo Timur Konsisten Tebar Kepedulian, Edisi ke-204 Salurkan Sembako untuk Kaum Duafa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru