Untuk mengantisipasi kericuhan, pelaku kemudian diamankan ke Polres Serdang Bedagai. Para korban selanjutnya membuat laporan polisi secara resmi.
Dari hasil pemeriksaan, Mustafa diketahui mengaku sebagai wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat.
Ia menjanjikan para korban bisa bekerja di sejumlah dapurMBG di wilayah Serdang Bedagai sebagai juru masak, staf administrasi, maupun petugas keamanan.
"Faktanya, janji tersebut tidak pernah ada. Uang korban digunakan pelaku untuk kebutuhan pribadi," ujar Binrod.
Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain serta memastikan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.*