JAKARTA – Advokat senior Eggi Sudjana meluapkan kekesalannya setelah dilecehkan dan dilabeli "dibeli jadi pengkhianat" serta disebut "tuyul" oleh Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo.
Eggi menilai tuduhan tersebut bukan sekadar kritik, melainkan fitnah yang merendahkan kehormatannya sebagai pengacara.
Dalam podcast Forum Keadilan TV, Eggi menegaskan istilah "dibeli Jokowi" adalah tuduhan serius tanpa bukti.
"Dia pakai istilah membeli. Saya boleh dong tanya, dibeli berapa? Mana transaksinya? Kalau tidak sesuai fakta, itu namanya fitnah. Sakit hati saya," ujarnya tegas.
Tak hanya itu, sebutan "tuyul" dari Roy Suryo juga membuatnya geram.
Menurut Eggi, istilah itu bukan satire, melainkan penghinaan langsung di tengah kasus hukum yang sedang ia jalani.
"Satire itu seperti puisi Butet, enggak ada kasus. Ini saya lagi ada kasus sama dia. Kenapa saya dibilang tuyul?" katanya.
Karena itu, Eggi memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan keduanya ke polisi atas tuduhan fitnah dan penghinaan.
Meski memiliki kemampuan untuk membalas secara kekerasan, Eggi memilih jalur hukum sebagai bentuk edukasi publik.
"Kalau saya pakai teori kerusuhan, ini kesempatan saya bikin rusuh. Saya bisa datangin, saya bisa gebukin. Saya punya banyak pasukan. Tapi itu tidak benar. Maka saya tempuh jalur hukum," jelasnya.
Kasus ini menandai retaknya hubungan Eggi dengan sejumlah tokoh yang sebelumnya berada dalam barisan perjuangan yang sama.
Ia menuding ada ambisi pribadi di balik serangan tersebut, termasuk keinginan menggeser posisinya di Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).