Ia menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjalankan proses hukum dengan transparansi dan keadilan, serta berharap masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
Keluarga korban, yang diwakili oleh ayah korban, Rijik Tawakal, menuntut agar kasus ini diusut secara transparan dan tidak ada penyimpangan dalam proses hukumnya.
Saat menerima kunjungan dari Dansat BrimobMaluku, Kombes Irfan Marpaung, dan Kapolres Kota Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, Rijik menyatakan harapannya agar kasus ini diselesaikan dengan tegas.
"Saya minta ini diusut, transparan," ujar Rijik dengan tegas.
"Kami berharap agar proses hukum dilakukan dengan adil dan tidak ada pemrosesan bias. Ini menjadi pelajaran serius agar kejadian serupa tidak terjadi lagi."
Keluarga korban juga menekankan agar insiden ini menjadi bahan refleksi bagi seluruh pihak, terutama terkait dengan disiplin anggota kepolisian dalam bertindak di lapangan.
Kepolisian meminta agar publik menunggu hasil dari penyelidikan yang sedang berlangsung dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang.
Mereka juga menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini dengan transparansi dan keadilan.
Kasus ini menjadi perhatian luas setelah seorang anggota Brimob terlibat dalam tindakan kekerasan yang merenggut nyawa seorang siswa dan menyebabkan korban lain menderita luka-luka.*