Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA – Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik praktis.
Sebanyak 61,2 persen responden menyatakan khawatir jika aparat militer dan kepolisian kembali menjalankan fungsi dwifungsi, sementara 12 persen tidak khawatir dan 16 persen lainnya menjawab tidak tahu.
Meski demikian, data survei menunjukkan fakta menarik: hampir setengah responden (47,2 persen) justru setuju jika personel TNI dan Polri menempati jabatan sipil dengan tujuan efisiensi pembangunan.Baca Juga:
Sebaliknya, 41,2 persen menolak, dan sisanya 11,6 persen tidak memberikan jawaban.
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 1.200 responden acak dari seluruh Indonesia berusia minimal 17 tahun, dengan margin error 2,9 persen, dan dilakukan secara tatap muka pada 11–25 Januari 2026.
"Mayoritas yang khawatir terhadap peran TNI-Polri di politik praktis cenderung menolak penempatan mereka di jabatan sipil," kata Ali dalam rilis daring, Sabtu (21/2/2026).
Rincian survei menunjukkan bahwa di antara responden yang sangat khawatir, sebanyak 62,1 persen sangat tidak setuju TNI dan Polri menempati jabatan sipil, sementara 17,3 persen tidak setuju.
Sedangkan kelompok yang khawatir secara umum, 64,8 persen menolak, dan 27,7 persen sangat menolak.
Beberapa pihak menanggapi hasil survei ini secara hati-hati. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi RI, Hariqo Satria, menyebut akan mempelajari data lebih mendalam terkait TNI/Polri dan birokrasi sipil.
Sementara itu, Wakil Ketua Harian PKB, Gielbran Muhammad Noor, menilai penempatan TNI dalam jabatan sipil dapat meningkatkan efektivitas program pemerintah.
"Meski ada risiko yang perlu diwaspadai bersama, TNI efisien sebagai roda pembangunan," katanya, sambil menegaskan keyakinannya bahwa Orde Baru tidak akan muncul kembali.
Hasil survei ini menunjukkan dualitas persepsi publik: kekhawatiran terhadap potensi dwifungsi tetap ada, tetapi sebagian besar masyarakat masih melihat peran TNI dan Polri di birokrasi sipil sebagai solusi untuk efisiensi pembangunan.*
(tt/ad)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA