Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
SIMALUNGUN – Memasuki hari kedua bulan suci Ramadhan, suasana di Kota Wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi sangat ramai.
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dishanpangkan) menggelar program Gerakan Pangan Murah yang berhasil menarik perhatian dan antusiasme masyarakat setempat.
Baca Juga:Kegiatan yang berlangsung di area Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat ini dipadati oleh warga yang berduyun-duyun datang untuk membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok selama bulan suci Ramadhan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Simalungun, Pardomuan Sijabat, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadan.
Dalam pasar murah ini, berbagai komoditas disediakan dengan harga bersubsidi, antara lain beras SPHP seharga Rp 58.000 per kilogram, gula pasir Rp 17.500 per kilogram, tepung roti Rp 9.000 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp 15.500 dan Minyak Fortune Rp 15.000 per liter, serta telur dengan harga Rp 50.000 per papan.
"Program ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadhan yang identik dengan konsumsi bahan pokok yang meningkat. Kami juga berkomitmen untuk terus memantau harga dan mengadakan kegiatan serupa di kecamatan lain," kata Pardomuan Sijabat, Jumat (20/2/2026).
Program Gerakan Pangan Murah ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Sijabat, yang turut hadir di lokasi, mengapresiasi kegiatan ini.
Menurut Viktor, gerakan pangan murah merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah dihadapkan pada kenaikan harga bahan pokok.
"Ini adalah langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Simalungun yang telah menyelenggarakan program ini," ujar Viktor Sijabat.Warga setempat pun terlihat sangat antusias mengikuti program tersebut.
Antrean panjang terlihat di lokasi, di mana sebagian besar warga telah melakukan pemesanan sebelumnya untuk memastikan mereka bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL