Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
BATAM – Fandi Ramadhan, Anak Buah Kapal (ABK) asal Belawan, Medan, yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu, membacakan nota pembelaan (pledoi) secara langsung di Pengadilan Negeri Batam, Senin (23/2/2026).
Dalam pledoinya, Fandi memohon agar majelis hakim membebaskannya dari tuntutan hukuman mati.
Ketua majelis hakim, Tiwik, memberi kesempatan kepada Fandi untuk duduk jika tidak sanggup berdiri sebelum memulai pledoinya.Baca Juga:
Dengan suara bergetar dan beberapa kali terhenti karena emosi, Fandi menyampaikan kegelisahan dan rasa syukurnya masih diberi kesempatan menghadapi proses peradilan.
"Aku tersesat di negeriku tapi negara pun tidak menyelamatkanku. Ya Allah, selamatkan hamba-Mu ini," ujar Fandi.
Fandi menceritakan latar belakang keluarganya yang sederhana, lahir sebagai anak pertama dari enam bersaudara di rumah papan yang sering kebanjiran.
Ia menjelaskan bahwa ibunya sampai menggadaikan rumah demi pendidikannya di Politeknik Pelayaran Negeri Malahayati Banda Aceh.
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sebagai ABK bagian mesin di kapal MT Sea Dragon dan tidak mengetahui muatan narkotika yang diselundupkan.
"Perintah kapten wajib dilaksanakan dan dituruti. Bertanya muatan itu apa dan mengapa diangkat di laut adalah pertanyaan yang tidak bisa saya ajukan," jelas Fandi.
Fandi juga menekankan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam penentuan muatan, rute, maupun pelabuhan, dan tidak menerima imbalan apa pun selain gaji. Ia bersumpah tidak mengetahui keberadaan sabu dalam kapal tersebut.
"Saya lebih baik lapar daripada harus bekerja di lingkaran hitam. Harga diri saya dan keluarga saya jauh lebih berharga dari apapun," ujarnya.
Di akhir pledoinya, Fandi memohon keadilan kepada majelis hakim dan jaksa.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA