Curhat Bobby di Karo: Setiap Nginjak Rem Bayar, Wisatawan Bisa Kapok Datang
KARO Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengaku pernah menjadi korban pungutan liar (pungli) saat berkunjung ke objek wisata
PARIWISATA
JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo, menilai wacana menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang kekuasaan negara yang keempat menarik dari sisi akademik.
Namun, ia menekankan bahwa gagasan tersebut perlu dikaji secara mendalam dan hati-hati terkait urgensinya.
Menurut Bamsoet, kehati-hatian diperlukan karena menyangkut desain konstitusi dan keseimbangan kekuasaan negara yang selama ini berdasar pada prinsip Trias Politica, yaitu pembagian tiga cabang kekuasaan: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.Baca Juga:
"Gagasan menjadikan KPU sebagai cabang kekuasaan keempat tentu menarik dari sisi akademik. Namun, kita harus bertanya terlebih dahulu apakah memang ada kebutuhan mendesak untuk mengubah desain kekuasaan negara?" kata Bamsoet, Jumat (13/3/2026).
Usulan menjadikan KPU sebagai cabang kekuasaan keempat disampaikan oleh pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie dalam diskusi di hadapan anggota Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (10/3).
Bamsoet memaparkan penilaiannya saat memberikan kuliah pascasarjana Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan (Unhan).
Ia menekankan bahwa meski gagasan tersebut menarik secara akademik, implementasinya harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menambah kompleksitas sistem ketatanegaraan.
Bamsoet mengingatkan bahwa hubungan antar-lembaga negara masih menghadapi tumpang tindih kewenangan dan tarik-menarik kepentingan, meski sejak amandemen UUD 1945 sistem checks and balances sudah diperkuat.
"Jika melihat pengalaman dua dekade terakhir, kita masih menyaksikan banyak perdebatan kewenangan antara lembaga negara," ujarnya.
Ia mencontohkan persoalan pengujian undang-undang, sengketa kewenangan lembaga, hingga polemik hubungan antar-penegak hukum.
Bamsoet menegaskan bahwa tantangan utama penyelenggaraan pemilu di Indonesia lebih terkait dengan kualitas pelaksanaan, integritas penyelenggara, dan konsolidasi sistem kepemiluan.
Pemilu 2024, misalnya, melibatkan 204 juta pemilih dan lebih dari 820 ribu tempat pemungutan suara, sehingga membutuhkan manajemen pemilu yang profesional dan transparan.
KARO Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengaku pernah menjadi korban pungutan liar (pungli) saat berkunjung ke objek wisata
PARIWISATA
JAKARTA Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mulai menyiapkan tim kuasa hukum untuk menghadapi kemungkinan proses persidanga
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengkritik penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang tela
POLITIK
MEDAN Seminar kesehatan dalam rangkaian Medan Vegan Event 2026 menghadirkan konsultan laktasi, dr. Willey Eliot, M.Kes, IBCLC, yang meng
KESEHATAN
MEDAN Animal Voice Indonesia (AVI) bersama 21 Hari Vegan menggelar Medan Vegan Event 2026 sebagai upaya mengampanyekan pola hidup sehat
KESEHATAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi di Bali terkait penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan iz
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indonesia kembali mencatat capaian penting di sektor pangan dengan menempati posisi sebagai produsen beras terbesar di Asia Teng
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) fokus menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi
NASIONAL
MALANG Anggota DPR RI Moreno Soeprapto menegaskan pemerintah tidak bersikap antikritik terhadap masukan masyarakat terkait pelaksanaan p
POLITIK
JAKARTA PT PLN (Persero) mempercepat pengadaan pasokan batu bara, khususnya jenis medium rank coal, guna memastikan kebutuhan pembangkit
EKONOMI