Aksi perampokan tersebut sempat membuat heboh setelah viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, mengungkapkan bahwa meskipun pelaku berniat melakukan pencurian, kejadian itu berujung pada penganiayaan.
Dalam penyelidikannya, diketahui bahwa korban, Jon Pieter, tengah pulang membeli makanan pada 12 Februari lalu.
Ketika hendak membuka gembok rumah sekaligus toko miliknya, ia diserang oleh tiga orang pelaku yang datang dengan berjalan kaki, membawa senjata tajam.
"Korban yang terkejut berusaha melawan serangan para pelaku. Namun, salah satu pelaku mengancam akan membunuhnya jika perlawanan diteruskan," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Meski terancam, korban terus berusaha melawan, sehingga akhirnya ketiga pelaku melarikan diri.
Akibat insiden itu, korban menderita luka-luka akibat sabetan senjata tajam di bagian dahi, jari, dan lutut.
Tak lama setelahnya, korban melapor ke Polres Pelabuhan Belawan. Tim gabungan dari Polres Pelabuhan Belawan dan Subdit 3 Jatanras Polda Sumut segera melakukan penyelidikan dan menangkap dua pelaku utama pada Kamis (12/3).
Petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk parang yang digunakan para pelaku saat melakukan aksi perampokan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku diketahui memiliki catatan kriminal sebelumnya dan diduga merupakan residivis kasus pencurian.
Kepolisian kini masih mendalami kasus ini lebih lanjut dan mencari pelaku lainnya yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Kejadian perampokan ini sempat menghebohkan warganet setelah sebuah video aksi kejahatan tersebut viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana korban bergulat dengan pelaku di tengah jalan.
Perampokan siang bolong seperti ini mencerminkan tren meningkatnya aksi kejahatan di kawasan Medan Belawan, yang kini menjadi perhatian publik dan pihak berwajib.*