Rico Waas Temui Pangdam I/Bukit Barisan, Perkuat Sinergi untuk Dukung Pembangunan Kota Medan
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodam I/Bukit Barisan di Jalan Gatot Subroto,
PEMERINTAHAN
JAWA TENGAH— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas praktik korupsi di tingkat kepala daerah.
Sejak awal 2026, tiga bupati di Jawa Tengah telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT), yakni Bupati Pati Sudewo (20 Januari), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (4 Maret), dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (13 Maret).
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan, penindakan ini tidak berpihak pada satu wilayah tertentu.Baca Juga:
"Kami tidak menarget daerah manapun. Fokus kami adalah oknum yang terbukti melakukan pelanggaran hukum," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (14/3/2026).
Asep menambahkan, selain Jawa Tengah, penindakan juga dilakukan di daerah lain, seperti OTT terhadap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari pada 9 Maret 2026.
Menurutnya, maraknya OTT di Jawa Tengah seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sistem.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman, menilai fenomena ini mencerminkan masalah tata kelola pemerintahan yang harus segera ditangani.
"Perlu ada program pencegahan korupsi yang nyata agar OTT tidak terus berulang. Kepala daerah harus memahami bahwa permintaan THR menjelang Idul Fitri termasuk gratifikasi dan harus dihindari," kata Zaenur, Minggu (15/3/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya integritas pejabat publik.
"Clean governance dan good governance harus menjadi napas para bupati, wali kota, dan ASN. Integritas itu tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dalam perbuatan," ujarnya.
Sementara itu, KPK mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan edukasi terkait gratifikasi.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan bisa mencegah praktik korupsi berulang, sekaligus menjaga kelancaran layanan publik, terutama menjelang musim mudik dan Lebaran 2026.
Dengan "hattrick" OTT ini, fokus publik kini bergeser dari sekadar penindakan individu, menuju upaya perbaikan sistem tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel di tingkat daerah.*
(k/dh)
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodam I/Bukit Barisan di Jalan Gatot Subroto,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indone
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan adanya efisiensi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah
EKONOMI
JAKARTA Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan suap terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret Bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi kini tidak lagi menjadi satusatunya moda
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami peran mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam kasus dugaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperluas penyelidikan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman FrankWalter Steinmeier tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan dan akan bertemu
NASIONAL