Sekitar pukul 14.50 WIB, segerombolan orang yang diduga sedang mabuk datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pemain organ untuk membeli tambahan minuman.
Setelah ditolak, keributan terjadi dan berujung pada aksi kekerasan brutal. Dadang yang sedang mengurus acara menjadi sasaran amukan.
Ia dipukul menggunakan benda keras hingga pingsan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di tengah pesta warga yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan.
Abdullah berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang dan acara warga dapat berlangsung dengan aman tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.*