Sekolah Garuda dan SMA Taruna Nusantara Masuk Program Pertukaran Pelajar RI–Singapura
JAKARTA Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat antara Singapura d
PENDIDIKAN
Medan – Kejahatan yang terjadi pada Senin, 4 November 2024, di Kota Medan, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap Irza Dwi Cahyadi (30), seorang pria yang tega menggorok sopir taksi, Khairul Putra Harahap, dengan motif yang mengejutkan. Ternyata, pelaku yang sudah terjerat utang judi online itu berencana merampas mobil korban sebagai cara cepat untuk melunasi utangnya.
Aksi Perampokan Berdarah
Perampokan ini terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari, ketika korban, Khairul Putra Harahap, mengantar Irza dari Kota Binjai menuju Kota Medan. Sesampainya di kawasan Hotel Danau Toba, Medan, pelaku meminta untuk berhenti sejenak karena ingin menunggu temannya. Khairul, yang pada awalnya tidak curiga, menurutinya. Namun, tiba-tiba pelaku yang duduk di kursi belakang mobil mengeluarkan pisau dan langsung menyerang korban.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Syarif, mengungkapkan bahwa pelaku mengakui perbuatannya setelah diinterogasi. “Berdasarkan interogasi singkat, pelaku mengakui bahwa dia merasa terdesak oleh utang yang menumpuk akibat judi online. Dia berencana merampas mobil korban untuk digunakan sebagai alat membayar utangnya,” ujar Gidion, Rabu (6/11/2024).
Menurut Gidion, pelaku merasa semakin terpojok oleh utang judi online yang terus berkembang. Dalam kondisi tertekan, Irza berpikir bahwa merampas mobil sopir taksi adalah jalan keluar yang paling cepat dan mudah untuk mendapatkan uang. Irza akhirnya menggorok leher korban dengan pisau yang dibawanya, berusaha menguasai kendaraan dan melarikan diri.
Perjuangan Korban Bertahan Hidup
Meskipun terkena serangan mendalam, Khairul tidak menyerah begitu saja. Beruntung, dia memiliki keberanian dan tekad untuk bertahan hidup. Rekan korban, Ale, yang dihubungi untuk memberikan keterangan tentang kejadian tersebut, mengungkapkan bagaimana Khairul mencoba melawan pelaku dalam kondisi yang sangat kritis.
“Awalnya korban memang sudah curiga karena pelaku bilang ingin menunggu temannya sekitar pukul 02.00 dini hari. Tak lama kemudian, pelaku langsung menggorok korban. Penumpang yang duduk di belakang korban itu melancarkan serangan dengan cepat,” kata Ale.
Dalam situasi genting tersebut, Khairul berusaha melindungi lehernya dengan tangan. Namun, pisau yang digunakan pelaku tetap mengenai tubuhnya, dan jari korban pun tersayat akibat usaha tersebut. Meskipun kondisi semakin buruk, Khairul tetap melawan dengan sekuat tenaga, dan beruntung ia masih bisa bertahan hidup.
“Korban mikir gak mungkin mati konyol, jadi dia berusaha melawan. Jari tangannya juga tersayat karena mencoba melindungi lehernya,” lanjut Ale. Usahanya tidak sia-sia, karena akhirnya Khairul dapat diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pelaku Tinggalkan Mobil dan Barang Bukti
Setelah berhasil merampas mobil korban, Irza tidak membawa kabur kendaraan itu terlalu jauh. Alih-alih melarikan diri dengan mobil tersebut, ia malah meninggalkan kendaraan di Jalan KIM IV, Medan, dan membuang barang bukti, termasuk pisau yang digunakan untuk menyerang korban, di sungai kawasan Labuhan Deli.
Meskipun demikian, Kombes Gidion menyatakan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan alasan mengapa pelaku meninggalkan mobil tersebut begitu saja. “Pelaku sempat membuang barang bukti di kawasan sungai di Jalan Banteng, Labuhan Deli, sebelum akhirnya meninggalkan mobil itu di Jalan KIM IV. Kami masih mendalami motif kenapa pelaku meninggalkan mobil tersebut,” jelasnya.
Dalam waktu yang relatif singkat, polisi berhasil menangkap Irza yang kini sudah ditahan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 KUHPidana tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara lebih dari tujuh tahun.
Motif Utang Judi Online
Lebih lanjut, Gidion menjelaskan bahwa motif utama di balik aksi brutal ini adalah utang judi online yang menjerat pelaku. Irza sendiri mengaku bahwa ia terlibat dalam perjudian daring yang menyebabkan tumpukan utang yang tidak kunjung terbayar. Dalam situasi tertekan, Irza berusaha mencari jalan pintas untuk menutupi semua kewajibannya.
“Pelaku memang memiliki masalah pribadi, terutama utang akibat kebiasaannya bermain judi online. Itu yang menjadi pemicu dia melakukan aksi kejam ini,” tambah Gidion. Kecanduan judi online menjadi faktor penting yang mendorong pelaku untuk mengambil langkah ekstrem, yang berakhir dengan tindakan kriminal terhadap sopir taksi yang tidak bersalah.
(N/014)
JAKARTA Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat antara Singapura d
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Ha
HUKUM DAN KRIMINAL
SEMARANG Sidang dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menjajaki kerja sama perdagangan listrik
EKONOMI
MEDAN Manajemen RS Grand Med Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memilih tidak memberikan banyak tanggapan setelah ruma
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Di tengah berbagai upaya reformasi dan peningkatan profesionalisme yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),
NASIONAL
JAKARTA Seorang dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung, Imam Ahmad, mengungkapkan realitas yang dihadapinya sebagai tenaga pe
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan alasan dipilihnya Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai tuan
OLAHRAGA
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan minyak dan g
EKONOMI
BINJAI Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut terus memperkuat sinergi untuk m
PEMERINTAHAN